Pesona Surga di Kaki Rinjani, Wisatawan Membeludak, Okupansi Penginapan di Sembalun Tembus 100%

Rosyidin S
Senin, Maret 23, 2026 | 16.06 WIB Last Updated 2026-03-23T08:06:46Z
Pelancong: Suasana di Homestay Joglo Sembalun Ceria seorang wisatawan akan cek inn, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Magnet pariwisata Sembalun sebagai destinasi prioritas di kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membuktikan tajinya.


Memasuki momentum libur Lebaran 2026, kawasan dataran tinggi ini bertransformasi menjadi "primadona" yang diserbu ribuan wisatawan lokal maupun domestik. Antusiasme yang meluap membuat sektor akomodasi di wilayah tersebut kewalahan menghadapi lonjakan tamu.


Berdasarkan pantauan di lapangan sejak hari H hingga H+ Lebaran, arus kunjungan menuju Sembalun menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Fenomena ini diakui langsung oleh para pelaku industri pariwisata lokal yang merasakan langsung "panen" kunjungan tahun ini.


Giffari Saputra, pemilik Homestay dan Restoran Joglo Sembalun Ceria, mengungkapkan bahwa ketersediaan kamar di wilayah Sembalun hampir mencapai titik jenuh.


"Sejak hari H+ Lebaran, kunjungan wisatawan di Sembalun tiap hari terus meningkat. Buktinya, hampir seluruh hotel maupun penginapan di sini sudah full booked," ujar Giffari saat ditemui di Sembalun, Senin (23/3).


Ia menambahkan, meski permintaan melonjak tajam, para pengelola tetap menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi kantong wisatawan. Untuk hari besar seperti Lebaran, harga kamar dipatok di kisaran Rp400.000, hanya selisih tipis dari harga hari biasa sebesar Rp350.000.


"Artinya harga masih sangat kompetitif dan bisa dijangkau oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana dingin khas pegunungan," imbuhnya.


Daya tarik Sembalun tidak hanya tertuju pada penginapan. Destinasi swafoto seperti Kedai Sawah, Bukit Selong, Taman Surga Rinjani, hingga wisata petik stroberi menjadi titik-titik keramaian utama. Tak hanya itu, tren mendaki singkat atau tektok-kan di bukit-bukit ikonik seperti Pergasingan dan Bukit Anak Dara, Bao Daya, Nanggung, dan Semvana juga sedang naik daun.


"Kalau malam hari, kita bisa lihat indahnya cahaya lampu dari tenda-tenda wisatawan di atas bukit. Sekarang yang lagi viral itu tren tektok-kan, mendaki cepat yang sangat digemari anak muda," jelas Giffari dengan nada antusias.

Penginapan: Homestay and Resto Joglo Sembalun Ceria, (Foto: Istimewa/MP).

Senada dengan Giffari, Amaq Ici, pengelola penginapan lainnya, mengaku sempat kewalahan melayani tamu yang datang tanpa reservasi.


"Banyak tamu yang tidak kebagian kamar. Saya coba carikan di tempat lain juga sudah penuh semua. Akhirnya, terpaksa saya arahkan untuk menggunakan tenda agar tetap bisa bermalam," tuturnya.


Kondisi serupa dialami Hendiawan, owner Pondok Mawar, yang menyebutkan bahwa seluruh tipe kamar, mulai dari family room hingga kamar standar, telah habis dipesan sejak satu bulan sebelum Lebaran.


Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelancong, seperti yang dirasakan Suhardi, wisatawan asal Mataram.


"Ini pengalaman penting. Meskipun sering ke Sembalun, kalau momen libur besar seperti ini tidak booking jauh hari, pasti tidak dapat kamar. Saya beruntung masih bisa dapat satu villa untuk keluarga setelah menghubungi hampir semua kontak penginapan yang saya punya," ceritanya.


Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Sembalun, pesona alamnya yang memukau dan udara sejuknya memang tak tergantikan. Namun, pastikan persiapan akomodasi Anda telah matang agar liburan di kaki Rinjani menjadi momen yang sempurna dan tak terlupakan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pesona Surga di Kaki Rinjani, Wisatawan Membeludak, Okupansi Penginapan di Sembalun Tembus 100%

Trending Now