Pererat Harmonisasi, PDM Lombok Timur Kukuhkan Pengurus Majelis dan Lembaga dalam Agenda Syawalan

Rosyidin S
Sabtu, April 04, 2026 | 18.25 WIB Last Updated 2026-04-04T10:25:38Z
Silaturahmi: Keluarga besar Muhammadiyah Lombok Timur gelar Syawalan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Timur menggelar agenda Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah yang berlangsung khidmat di Aula ISTKes Muhammadiyah Selong, Sabtu (4/4/2026).


Acara tersebut mengusung tema "Konsolidasi dan Harmonisasi menuju Semangat Islam Berkemajuan", kegiatan ini menjadi momentum penguatan struktural sekaligus ajang silaturahmi pasca-Ramadan.


Acara diawali dengan prosesi pengukuhan sejumlah majelis, lembaga, hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Lombok Timur. Adapun struktur yang dikukuhkan meliputi:

 1. Majelis Tarjih Tajdid dan Tabligh (MT3)

 2. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS)

 3. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI)

 4. Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pemberdayaan Masjid (LPCR PM).


Ketua Panitia, Abdul Ghofur Ramdhoni, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari program Safari Ramadhan yang sebelumnya telah menjangkau seluruh cabang di Lombok Timur.


"Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat harmonisasi di seluruh jajaran pimpinan dan memperkuat silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah Lombok Timur. Kami berharap gelaran ini mampu menumbuhkan semangat ber-Muhammadiyah yang lebih kuat di setiap lini," ujar Abdul Ghofur dalam laporannya.



Dalam sesi Kalam Hikmah Syawal, Ketua PDM Lombok Timur, Roma Hidayat, memberikan penekanan khusus mengenai ruh organisasi, yakni semangat Tajdid (pembaruan). Ia mengingatkan agar kader Muhammadiyah tidak terjebak dalam arus pemahaman tekstual yang dangkal tanpa dasar ilmu yang kuat.


Roma mencontohkan fenomena perbedaan fisik seperti memelihara jenggot yang sering disalahartikan. Mengutip hadis Rasulullah SAW:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

 "Khaliful musyrikina, waffirul liha, wa ahfusy syawariba" (Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot lebat, dan cukurlah kumis).


Ia menjelaskan bahwa inti dari pesan tersebut adalah semangat untuk menyelisihi kaum musyrikin, yang konteksnya perlu dipahami secara mendalam melalui pembacaan situasi zaman.


"Kader Muhammadiyah harus memiliki critical thinking (berpikir kritis) sehingga tidak terburu-buru menghukumi sesuatu. Saya mengajak warga persyarikatan untuk memiliki kemampuan critical reading, agar mampu memilih dan memilah informasi berdasarkan berbagai sumber, terutama merujuk pada putusan Tarjih. Itulah ciri khas Muhammadiyah," tegas Roma Hidayat.


Menutup pesannya, Roma menganalogikan Ramadan sebagai kawah candradimuka di mana umat dididik untuk kemudian "diwisuda" pada Idul Fitri. Ia mendorong seluruh kader, baik kader ideologis maupun biologis, untuk merefleksikan diri dan kembali pada perilaku yang berhati-hati (wara') dalam berorganisasi.


"Saya mengajak seluruh kader untuk kembali ber-Muhammadiyah dengan semangat refleksi diri demi perbaikan persyarikatan ke depan," pungkasnya.


Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Perwakilan dari masing-masing cabang menyampaikan laporan serta aspirasi terkait kondisi persyarikatan di wilayah masing-masing, sebagai bahan evaluasi untuk penguatan Muhammadiyah di Lombok Timur secara kolektif.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pererat Harmonisasi, PDM Lombok Timur Kukuhkan Pengurus Majelis dan Lembaga dalam Agenda Syawalan

Trending Now