Sinergi Tekan Stunting, Bupati Lombok Timur Terima 209 Mahasiswa KKN Poltekkes Mataram

Rosyidin S
Rabu, April 15, 2026 | 10.06 WIB Last Updated 2026-04-15T02:06:50Z
Sambut: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menerima KKN Terpadu Poltekkes UNRAM di Pendopo, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi menerima kehadiran 209 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu dari Poltekkes Kemenkes Mataram di Pendopo Bupati belum lama ini.


Kehadiran para calon tenaga kesehatan ini diproyeksikan untuk memperkuat program prioritas daerah, khususnya dalam percepatan zero stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.


Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Lombok Timur sebagai lokus pengabdian. Menurutnya, kehadiran mahasiswa yang akan terjun langsung ke rumah-rumah warga merupakan langkah strategis dalam melakukan pendekatan personal dan pendataan kesehatan yang akurat.


"Kehadiran 209 mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke rumah-rumah masyarakat di perdesaan merupakan sebuah keberuntungan bagi daerah, terutama dalam upaya melakukan pendekatan personal dan pendataan kesehatan masyarakat secara langsung," ujar Bupati.


Bupati yang akrab disapa Haji Warisin ini juga menekankan bahwa KKN adalah fase transisi krusial di mana mahasiswa dituntut mampu menyelaraskan teori akademik dengan realitas sosial yang dinamis. Ia mengingatkan bahwa strategi komunikasi yang santun adalah kunci utama menghadapi keberagaman pemahaman di masyarakat.


"Menghadapi masyarakat yang paham tentu berbeda dengan menghadapi mereka yang belum paham. Di sinilah tantangan adik-adik mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang sudah dipelajari tentang cara bermasyarakat dan menghadapi berbagai tantangan lapangan," tegasnya.


Selain menyambut mahasiswa, Bupati juga memaparkan komitmen Pemda Lombok Timur dalam memperluas akses layanan kesehatan. Mulai dari operasional gedung khusus cardiovascular di RSUD dr. R. Soedjono Selong hingga rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Sikur. Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan pada pembangunan fisik, melainkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM).


"Pemerintah mampu membangun gedung dan membeli alat, tetapi SDM berkualitas tidak bisa dibeli secara instan. Itulah mengapa kami berkomitmen mendukung dan tidak akan mempersulit siapapun yang ingin meningkatkan kapasitasnya di bidang kesehatan," ungkap Bupati.


Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Mataram, Ni Putu Karunia Ekayani, menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung konsep *Interprofessional Collaboration* (IPC). Mahasiswa dari empat jurusan berbeda akan berkolaborasi di 80 lokus guna menyelesaikan masalah kesehatan secara komprehensif.


"Mahasiswa harus menjaga nama baik kampus dengan mengedepankan sopan santun, etika, dan menghormati kearifan lokal. Bangunlah komunikasi yang baik dengan masyarakat dan laksanakan tugas pengabdian ini dengan penuh dedikasi," pesan Ni Putu Karunia kepada para mahasiswa.


Kegiatan KKN Terpadu ini akan dilaksanakan di 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan, meliputi Desa Rempung, Pringgasela, Aik Dewa, Jurit, Pengadangan, hingga Desa Keruak. Para mahasiswa mengemban misi khusus untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola makan sehat, imunisasi, serta skrining penyakit jantung, kanker, stroke, dan uronefrologi (KJSU) berbasis masyarakat.


Acara penerimaan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, para camat, kepala desa, serta jajaran Kepala Puskesmas dari wilayah lokus KKN.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sinergi Tekan Stunting, Bupati Lombok Timur Terima 209 Mahasiswa KKN Poltekkes Mataram

Trending Now