MANDALIKAPOST.com- Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Program SIAP SIAGA, program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga dalam membangun ekonomi masyarakat desa yang tangguh menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Kolaborasi Sinergi Program Berbasis Desa Lintas K/L bertema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa melalui Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Ketangguhan Desa Menghadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim” yang diselenggarakan di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/05/2026).
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat desa harus menjadi bagian utama dalam membangun ketangguhan desa secara menyeluruh.
Menurutnya, berbagai program pemberdayaan masyarakat desa yang selama ini dijalankan lintas kementerian/lembaga perlu diintegrasikan agar saling terhubung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa, khususnya dalam memperkuat UMKM desa, BUM Desa, koperasi desa, dan usaha ultra mikro agar lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.
“Kemenko PM hadir sebagai orkestrator untuk memastikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat bergerak dalam arah yang sama dan membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Ketangguhan desa tidak cukup dibangun hanya melalui pendekatan kebencanaan, tetapi juga melalui penguatan fondasi ekonomi masyarakatnya,” ujar Prof. Abdul Haris.
Sementara itu, Plt. Deputi Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB., menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan desa memerlukan kolaborasi multipihak karena masyarakat desa merupakan kelompok yang paling dekat dengan risiko bencana dan perubahan iklim.
"Melalui forum ini diharapkan terbangun langkah bersama lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan dalam memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat desa yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan," katanya.

