![]() |
| Kurban: Pamflet hewan korban yang dikelola oleh LAZISMU bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur. (Foto: Istimewa/MP). |
Tercatat sebanyak 118 ekor sapi dan 43 ekor kambing berhasil dihimpun dari 869 orang shohibul qurban (pekurban) untuk disalurkan kepada sekitar 18.775 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lombok Timur, termasuk kawasan Sembalun, Pogading, Tanjung Teros, dan Labuan Lombok.
Ketua Lazismu Lombok Timur yang baru menjabat sejak awal Mei lalu, Asbur Hidayat, M.Tr.I.P., mengungkapkan bahwa pencapaian ini didorong oleh langkah proaktif jajarannya dalam melakukan pendataan massal di tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sejak empat hari sebelum Idul Adha.
"Kami bergerak cepat mengirim surat ke masing-masing PCM untuk pendataan hewan kurban yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah se-Kabupaten Lombok Timur. Hasil rekapitulasi menunjukkan total 118 sapi dan 43 kambing, di mana sekitar 80% PCM di Lombok Timur melaksanakan ibadah kurban tahun ini," ujar Asbur saat memberikan keterangan resminya saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (29/5).
Asbur menegaskan, meski saat ini mayoritas shohibul qurban masih didominasi oleh internal warga Muhammadiyah, Lazismu Lombok Timur berkomitmen penuh agar asas manfaat dari program kurban ini dirasakan secara inklusif oleh masyarakat luas yang benar-benar membutuhkan, tanpa memandang latar belakang organisasi.
Untuk memperluas syiar dan membangun kepercayaan (trust) publik ke depan, Lazismu tengah menyiapkan skema fleksibel yang dapat menarik minat masyarakat umum di luar Muhammadiyah untuk menitipkan hewan kurbannya.
"Kami menerapkan dua skema. Pertama, pekurban menyerahkan sepenuhnya kepada Lazismu untuk menentukan penerima manfaat yang paling layak. Kedua, pekurban sendiri yang menentukan siapa penerimanya, dan kami siap memfasilitasi proses penyembelihan hingga distribusinya di PCM terkait. Kami ingin menegaskan bahwa penerima manfaat ini diprioritaskan untuk masyarakat umum yang benar-benar layak menerima," jelasnya.
Sebagai nakhoda baru, Asbur mengakui bahwa tantangan terbesar Lazismu Lombok Timur saat ini adalah menguatkan kepercayaan masyarakat agar jangkauan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bisa lebih optimal.
Lebih lanjut, Asbur memaparkan program Lazismu Lombok Timur kedepannya. Mengacu pada 5 Pilar Program Lazismu Pusat yang meliputi Pendidikan, Ekonomi, Dakwah, Kesehatan, dan Sosial Kebencanaan pihaknya kini tengah melakukan pemetaan ulang potensi donatur serta merancang program-program produktif hingga Desember mendatang.
Beberapa langkah strategis yang sedang digodok di antaranya adalah pemberian beasiswa pendidikan, pemberdayaan UMKM melalui modal usaha berbasis infak produktif, hingga penjajakan kerja sama dengan Baznas dan pihak perpajakan terkait regulasi zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak.
Dari sisi transparansi, Lazismu Lombok Timur juga mulai menerapkan digitalisasi sistem keuangan. Salah satunya melalui sistem auto debet (pemotongan otomatis) gaji bagi pegawai yang bersedia, seperti yang telah diterapkan di Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITKes) Selong. Lazismu juga berkomitmen merilis laporan penghimpunan dan distribusi dana publik secara berkala setiap bulannya.
Menatap Iduladha tahun depan, Asbur membocorkan inovasi baru berupa program "Tabungan Kurban" yang akan resmi dibuka pada Juli mendatang untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban secara terencana.
"Insyaallah mulai Juli nanti kami akan membuka rekening khusus Tabungan Kurban. Siapa pun masyarakatnya, baik warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum, sudah bisa mulai mencicil dengan nominal berapapun. Melalui kemudahan dan transparansi ini, kami berharap Lazismu dapat menjadi mitra terpercaya dalam menebar maslahat dan mengalirkan berkah bagi sesama di Lombok Timur," pungkas Asbur dengan optimis.

