CIMB Niaga Kembangkan Konservasi Bambu dan Eko-Eduwisata di Lombok Tengah

Ariyati Astini
Sabtu, Juni 27, 2026 | 05.53 WIB Last Updated 2026-06-26T21:53:57Z
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Konservasi Bambu Berkelanjutan






MANDALIKAPOST.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Konservasi Bambu Berkelanjutan. Program yang dijalankan sejak 2012 bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) tersebut telah menanam sebanyak 115.400 pohon bambu di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu fokus pengembangan program berada di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rarung, Desa Pemepek, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Sejak 2018, lebih dari 39.000 bambu telah ditanam di kawasan tersebut.

Memasuki tahun 2025, program ini diperkuat melalui pendekatan terintegrasi yang mengombinasikan upaya konservasi dengan pengembangan ekonomi lokal. Sejumlah kegiatan yang dilakukan antara lain penanaman tanaman produktif dan penguatan Desa Pemepek sebagai Desa Eko-Eduwisata.
Sebagai bentuk silaturahmi dan pendampingan, pada Jumat (26/6/2026), CIMB Niaga bersama KEHATI melakukan kunjungan lapangan serta dialog dengan berbagai pemangku kepentingan lokal. Di antaranya pengelola hutan, pemerintah desa, koperasi, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan sekaligus menjajaki peluang pengembangan program yang lebih luas di masa mendatang.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, mengatakan bahwa program konservasi bambu dan pengembangan eko-eduwisata merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan perusahaan sekaligus implementasi dari purpose perusahaan, Advancing Customers & Society.

"Program ini mencerminkan komitmen kami dalam mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL/CSR), khususnya pada Pilar Iklim dan Lingkungan, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat," ujar Fransiska saat berkunjung di Desa Pemepek, Lombok Tengah, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, melalui kolaborasi dengan KEHATI dan berbagai pemangku kepentingan lokal, CIMB Niaga berupaya mendorong terciptanya ekosistem yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, CIMB Niaga juga meninjau sejumlah titik pengembangan program di wilayah Desa Pemepek, di antaranya Sedau Barat, KHDTK Rarung, dan Lembah Datu.


Program tersebut terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk pelatihan, pendampingan, serta pengembangan produk dan aktivitas berbasis potensi lokal.
"Kami memastikan program ini memberikan manfaat jangka panjang, di mana masyarakat tidak hanya terlibat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengelola dan mengembangkan potensi yang ada secara mandiri," tambah Fransiska.


Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei (kanan) didampingi Ketua Koperasi Syariah Wana Makmur Lestari Desa Pemepek Hardi (tengah) serta Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini (kiri) melakukan penanaman bambu dalam rangka perluasan area tanam konservasi bambu di Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/6/2026).




Melalui pendekatan tersebut, CIMB Niaga menempatkan konservasi bambu sebagai bagian dari strategi keberlanjutan yang terintegrasi. Program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.

Ke depan, CIMB Niaga berkomitmen memperluas berbagai inisiatif keberlanjutan yang terukur dan berdampak, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui semangat #SekarangUntukMasaDepan.




Sementara itu Direktur akomunikasi dan Kemitrahan ( KEHATI ) Rika Anggraini mengatakan Indonesia memiliki kekayaan bambu yang sangat besar. Dari sekitar 160 jenis bambu yang telah teridentifikasi di dunia, sebagian besar berada di Indonesia. Namun, masih terdapat banyak jenis bambu yang belum sepenuhnya teridentifikasi dan diketahui manfaatnya oleh masyarakat luas.


Rika menyampaikan bahwa selama ini bambu belum dipandang sebagai tanaman dengan potensi ekonomi yang besar, padahal seluruh bagian tanaman tersebut dapat dimanfaatkan.
"Bambu sebenarnya sama seperti kelapa, hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Bahkan di banyak negara, bambu juga berkembang menjadi destinasi wisata," ujarnya.

Selain dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan kerajinan, bambu juga memiliki nilai pangan. Salah satunya melalui rebung yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Daun bambu pun berpotensi diolah menjadi produk seperti teh.
Menurutnya, pengembangan bambu tidak hanya bertujuan untuk konservasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Tugas kami sebagai lembaga mitra adalah bagaimana melalui bambu ini kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi, mulai dari pangan hingga peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Upaya konservasi dilakukan dengan menanam berbagai jenis bambu agar keberagaman jenis yang ada tidak mengalami kepunahan. Selain itu, masyarakat juga didorong agar dapat memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan bambu melalui pengembangan produk turunan.
Berbagai produk hasil olahan bambu saat ini telah dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah tanaman tersebut. Masyarakat juga terus diberikan edukasi agar memahami potensi ekonomi bambu.
"Jangan sampai sesuatu yang kita miliki hilang karena kita tidak tahu bagaimana memanfaatkannya," ujarnya.

Pengembangan bambu juga mulai diarahkan ke sektor ekowisata dan eko-eduwisata. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah konsep desa berbasis bambu yang terintegrasi dengan sektor wisata, kuliner, hingga edukasi.

"Harapannya, orang datang ke sini bukan hanya melihat bambu, tetapi juga menikmati makanan berbahan rebung dan mengenal manfaat bambu secara lebih luas," katanya.

Sejak bermitra selama 14 tahun, pihaknya bersama mitra telah menanam lebih dari 150 ribu bambu di berbagai wilayah, termasuk di Nusa Tenggara Barat  (NTB ). Khusus di wilayah setempat, pada tahun ini telah ditanam sekitar 15 ribu bambu.

Program tersebut terus mengalami pengembangan. Awalnya hanya berfokus pada penanaman, namun kini berkembang hingga pelatihan pengolahan hasil bambu kepada masyarakat, termasuk kelompok wanita tani (KWT).

Ahli bambu dari berbagai pihak juga dilibatkan untuk memberikan pelatihan, termasuk pengolahan bambu tabah yang dikenal memiliki rebung dengan cita rasa yang baik.
"Kami terus belajar bersama, baik lembaga, masyarakat maupun mitra. Dari proses pembelajaran bersama itu, program dapat terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat," tutupnya.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • CIMB Niaga Kembangkan Konservasi Bambu dan Eko-Eduwisata di Lombok Tengah

Trending Now