![]() |
| Upacara: Kantor Pertanahan Lombok Utara gelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: Istimewa/MP). |
Dipimpin Kepala Kantor ATR/BPN Lotara Muhammad Shaleh Basyarah, S.H., M.H., upacara tahun ini mengusung tema *"Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia"*.
Tapi yang paling diingat bukan rangkaian acaranya. Melainkan pesannya.
“Momentum ini untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan kerja,” kata Pak Shaleh usai upacara.
Di ATR/BPN, Pancasila bukan teori di slide. Ia hadir saat melayani pemohon sertipikat, saat menyelesaikan sengketa tanah, saat memastikan keadilan akses ke pertanahan. Sila ke-5, Keadilan Sosial, jadi kerja harian.
“Mari terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ajak Muhammad Shaleh Basyarah ke seluruh jajaran.
Upacara selesai. Bendera selesai dikibarkan. Tapi tugas mengamalkan Pancasila baru dimulai - lewat setiap stempel, setiap senyum pelayanan, setiap keputusan yang berpihak ke rakyat kecil.
Dari halaman Kantah Lotara, pesan itu jelas: Pancasila hidup kalau kita yang menghidupkannya.

