![]() |
| Humaria: Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti didampingi Wakil Bupati Lombok, H. Moh Edwin Hadiwijaya dan sejumlah pimpinan OPD Lombok Timur. (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juni hingga 26 September 2026. Acara bergengsi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, hadir langsung memberikan dukungan kepada para jajarannya dalam acara pembukaan yang berlangsung di Ruang Karya BPSDMD Provinsi NTB, Selasa (2/6).
Pembukaan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti, Bupati Lombok Barat, serta perwakilan kepala daerah dari kabupaten/kota se-NTB.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kembali terselenggaranya pelatihan kepemimpinan ini di bumi Gora setelah sempat vakum selama delapan tahun. Ia berharap kegiatan strategis ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat diagendakan secara rutin di tahun-tahun mendatang, sehingga pemerintah daerah dapat menyediakan anggaran yang pasti untuk peningkatan kualitas SDM birokrat kita," ujar Wagub Indah dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Wagub menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan ini sangat krusial bagi para pejabat struktural untuk menjawab berbagai tantangan global dan domestik yang kian kompleks. Mulai dari disrupsi teknologi, digitalisasi, dinamika geopolitik, ancaman krisis pangan dan energi, hingga keterbatasan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan.
Di tengah situasi tersebut, Indah menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh lagi bekerja hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif.
"Dengan kondisi yang penuh tantangan ini, birokrasi tidak dapat bekerja secara administratif saja. Dibutuhkan pemimpin publik yang mampu membaca perubahan, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta membangun kolaborasi lintas sektor. Terlebih lagi, pemimpin harus dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Wagub juga mengingatkan para peserta mengenai esensi dari sebuah kepemimpinan yang kuat, yakni kemampuan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, membangun kepercayaan (*trust*), menyatukan berbagai kepentingan yang ada, serta mampu memberikan harapan positif kepada masyarakat.
"Investasi terbesar kita saat ini bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi yang paling utama adalah pada kualitas kepemimpinannya," pungkas Wagub Indah.
Dengan keikutsertaan enam pejabat eselon II ini, Pemkab Lombok Timur berharap para peserta dapat menyerap ilmu dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang berdampak langsung pada akselerasi pembangunan dan pelayanan publik di Gumi Patuh Karya.

