![]() |
| MTQ XXXI: Tim Kafilah putri foto bersama ketua harian dan tim pendukung lainnya untuk mengabadikan momen langka ini. (Foto: Istimewa/MP). |
Tim tangguh yang digawangi oleh Salwa Sabrina Ahmad, Yusiana, dan Nafila Nisfi Laili Gunawan ini tampil mendominasi. Mereka berhasil mengamankan posisi puncak setelah meraih skor mutlak sebesar 1.250 poin, menumbangkan perlawanan sengit dari dua tim kabupaten kompetitor di babak final.
Begitu dewan hakim mengumumkan kemenangan Lombok Timur, suasana di dalam GOR seketika berubah emosional. Pihak keluarga yang setia mendampingi dan memberikan dukungan sepanjang perlombaan tak kuasa menahan air mata bahagia, lalu saling berpelukan merayakan pencapaian luar biasa tersebut.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Lombok Timur, Ustad Sumayadi, menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah manis dari dedikasi dan kerja keras kolektif.
"Ini adalah hasil kerja keras seluruh Tim LPTQ Lombok Timur, Kesra, Tim Kesehatan, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung selama 10 hari kita berada di Lombok Tengah," ujar Ustad Sumayadi kepada awak media di lokasi acara.
Ia juga menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bukti nyata dari tingginya sportivitas dan kegigihan yang ditunjukkan oleh para peserta selama berkompetisi.
"Kami tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas perjuangan seluruh tim. Ini adalah bentuk sportivitas dan usaha tanpa henti. Tentu ini adalah kabar baik untuk masyarakat Lombok Timur," imbuhnya dengan nada bangga.
Perjalanan menuju podium juara pertama ini diakui melalui proses yang panjang dan menguras energi. Sebelum berlaga di Lombok Tengah, para peserta harus melewati fase Training Center (TC) yang intensif, baik secara mandiri maupun terpusat yang digelar secara kolektif di Desa Tetebatu.
"Perjuangan selama TC entah itu dilakukan mandiri maupun yang digelar kolektif di Desa Tetebatu ternyata tidak sia-sia," kenang Sumayadi.
Menatap masa depan, Ustad Sumayadi berharap momentum kemenangan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi kontingen Lombok Timur untuk terus mempertahankan tradisi juara di tahun-tahun berikutnya.
Ia menargetkan perwakilan daerahnya bisa berbicara banyak, tidak hanya di tingkat regional, tetapi hingga ke kancah tertinggi.
"Semoga ke depannya kontingen Lombok Timur dalam perlombaan MTQ di tahun berikutnya tetap mempertahankan apa yang diraih saat ini, dan Lombok Timur terus maju sampai ke tingkat nasional," harapnya sembari menutup pernyataannya.

