Lestarikan Peresean sebagai Identitas Sasak, Bupati Lombok Timur Dorong Agenda Rutin 4 Kali Setahun

Rosyidin S
Minggu, Juni 14, 2026 | 14.07 WIB Last Updated 2026-06-14T06:07:36Z
Tanding: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin hadir di acara penutupan festival peresean di Sikur. (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri penutupan Festival Peresean yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Wisata Kembang Kuning.


Acara yang berlangsung meriah di Lapangan Umum Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, pada Kamis (11/6/2026) ini, sukses menyedot perhatian masyarakat lokal, pelaku budaya, hingga wisatawan mancanegara.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haerul Warisin menekankan pentingnya menjaga kesenian tradisional sebagai pilar identitas masyarakat Sasak. Peresean, menurutnya, bukan sekadar tontonan atau hiburan rakyat pengisi waktu luang, melainkan sebuah warisan leluhur bernilai tinggi yang sarat akan nilai-nilai kesatriaan.


"Kegiatan budaya seperti Peresean harus terus dilestarikan. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya digelar saat perayaan tertentu, tetapi dapat dilaksanakan hingga empat kali dalam setahun," ujar Haerul Warisin dalam sambutannya.


Bupati juga menambahkan bahwa konsistensi dalam menyelenggarakan festival budaya akan berdampak positif pada regenerasi pelaku seni. "Tradisi Peresean ini adalah warisan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang agar mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai masyarakat Sasak," tegasnya.


Sebagai wujud nyata komitmen dan dukungan pemerintah daerah terhadap pemajuan kebudayaan, Bupati Haerul Warisin menyerahkan bantuan dana stimulan kepada panitia pelaksana di akhir acara. Ia berharap bantuan tersebut dapat memacu semangat masyarakat dalam merawat kearifan lokal.


"Bantuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan dan menjaga tradisi budaya lokal secara berkelanjutan," tambahnya.


Festival Peresean ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HUT Desa Wisata Kembang Kuning yang telah berlangsung sejak 29 Mei 2026. Selama hampir dua pekan penyelenggaraan, antusiasme penonton tidak pernah surut.


Di tengah arena, para *pepadu* (petarung Peresean) dari berbagai daerah tampil totalitas memperlihatkan ketangkasan saling serang menggunakan rotan dan perisai kulit lembu. Sorak-sorai penonton makin riuh menyaksikan sportivitas yang ditunjukkan para petarung, yang langsung saling berpelukan begitu laga usai.


Melalui kesuksesan festival ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap Peresean tidak hanya lestari secara internal, tetapi juga mampu menjadi magnet pariwisata yang kuat. Kehadiran para wisatawan asing di pinggir lapangan menjadi sinyal positif bahwa seni tradisi memiliki daya tarik universal yang siap mendukung kemajuan Desa Wisata Kembang Kuning di masa depan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lestarikan Peresean sebagai Identitas Sasak, Bupati Lombok Timur Dorong Agenda Rutin 4 Kali Setahun

Trending Now