Viral WNA Menangis Lihat Sampah di Bukit Pergasingan, Pengelola Ambil Langkah Tegas Tutup Sementara Destinasi

Rosyidin S
Rabu, Juli 29, 2026 | 18.23 WIB Last Updated 2026-07-29T10:23:21Z
Pengumuman: Pamflet pengumuman penutupan Bukit Pergasingan muali 30 Juli 2026 hingga batas waktu tidak ditentukan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh video emosional seorang warga negara asing (WNA) yang menangis saat menyaksikan tumpukan sampah melimpah di Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur. 


Aksinya yang terekam dalam durasi 3 menit 13 detik tersebut memicu kritik tajam dari publik terkait kesadaran lingkungan para pendaki lokal.


WNA bernama Lucy melalui akun TikTok @lucy_larilari yang diketahui telah menetap di Indonesia selama 35 tahun dan tengah dalam proses menjadi WNI mengaku sangat miris melihat perilaku oknum anak muda yang membuang sampah sembarangan di jalur pendakian. Bahkan, saat dirinya berusaha memunguti sampah, masih ada oknum yang tanpa rasa bersalah terus mengotori area bukit.


"Sampahnya tuh gak masuk akal. Gunung seindah itu kalian kotori," ungkap Lucy emosional dalam unggahan videonya.


Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi kepariwisataan lokal, mengingat kepedulian yang begitu besar justru ditunjukkan oleh seorang warga asing terhadap kelestarian alam Indonesia.


Menanggapi gelombang kritik dan viralnya video tersebut, pihak pengelola Bukit Pergasingan memilih tidak bersikap reaktif sekadar melakukan aksi bersih-bersih (clean up) sesaat. Pengelola mengambil keputusan berani dengan menutup sementara mulai pada hari Kamis besok, (30/07/2026) hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Menyetop sementara seluruh aktivitas pendakian dan berkemah guna merapikan serta membangun sistem manajemen sampah yang terpadu.


Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun, menegaskan bahwa pembersihan mendadak pasca viral tidak akan pernah menyelesaikan akar masalah.


"Video yang beredar itu kan posisi sebelum dibersihkan. Tapi kita tidak apa-apa dengan kritik itu. Berarti kalau misalnya ada video lalu kita clean up, itu tidak menjawab permasalahan. Maka dari itu, yang harus kita lakukan adalah membangun sistem yang terpadu dan kuat," tegas Royal saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).


Penutupan ini berlaku secara total bagi aktivitas harian (tik tokan) maupun pendakian menginap. Kelonggaran hanya diberikan secara terbatas bagi agen wisata yang sudah terlanjur melakukan pemesanan jauh hari sebelumnya.


Guna memutus rantai pencemaran lingkungan oleh pengunjung nakal, pengelola Bukit Pergasingan tengah merumuskan aturan serta sanksi tegas yang lebih efektif dibanding sekadar ancaman daftar hitam (blacklist). Ada dua skema utama yang akan diterapkan saat penutupan dicabut nanti, yakni.


1. Sistem Deposit (Uang Jaminan): Pengunjung diwajibkan menyetorkan sejumlah uang jaminan di saat registrasi atau di titik awal pendakian. Uang tersebut hanya dapat ditarik kembali apabila pendaki membawa turun seluruh sampahnya.

2. Skema Re-packing (Pengepakan Ulang): Bagi pengunjung yang keberatan atau tidak memiliki uang jaminan, mereka wajib melakukan pengepakan ulang terhadap barang bawaan atau potensi sampah sebelum diizinkan naik.


"Pengunjung lebih takut pada sanksi berupa deposit sampah, itu yang paling relevan bagi mereka. Mau tidak mau kita harus ke arah seperti itu, biar sampah di Bukit Pergasingan dan gunung ini tetap bersih," jelas Royal.


Royal mengingatkan bahwa kawasan wisata alam dibuka bukan untuk dirusak, melainkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat lokal sekaligus menyediakan ruang bagi wisatawan menikmati keindahan alam.


Penutupan sementara ini diharapkan menjadi momen evaluasi bersama, tak hanya bagi Bukit Pergasingan tetapi juga untuk seluruh kawasan wisata perbukitan di Sembalun dan pemerintah desa setempat.


"Kita tidak membuka gunung atau bukit ini untuk dirusak dan dikotori. Kami menghimbau kepada semua pengunjung untuk mengedepankan sifat cinta terhadap lingkungan dan alam gunung. Jangan sampai apa yang kita banggakan ini menurun kualitasnya gara-gara kita tidak menjaganya," pungkas Royal.


Pihak pengelola memastikan penataan manajemen sampah ini sedang digodok secara mendalam dan aturan baru tersebut akan segera diumumkan serta diterapkan begitu kawasan Bukit Pergasingan kembali dibuka untuk umum.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Viral WNA Menangis Lihat Sampah di Bukit Pergasingan, Pengelola Ambil Langkah Tegas Tutup Sementara Destinasi

Trending Now