![]() |
| Humaria: Momen Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin berfoto bersama para jura 1 dari kafilah Lombok Timur. (Foto: Istimewa/MP). |
Melampaui target yang telah dicanangkan sebelumnya, Lombok Timur sukses mengamankan posisi Juara Umum Kedua dengan raihan nilai 177, tepat di bawah sang tuan rumah, Kabupaten Lombok Tengah, yang mengantongi nilai 245.
Keberhasilan ini menandai lonjakan performa yang sangat signifikan bagi Lombok Timur, mengingat pada perhelatan MTQ sebelumnya daerah ini harus puas berada di peringkat ketujuh.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang hadir langsung dalam acara penutupan di Bencingah Masmirah, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (15/6), tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Prestasi ini diraih atas kegigihan LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an), kegigihan juga dari para peserta yang mau belajar dan berlatih. Mudah-mudahanlah ke depan akan semakin baik lagi,” ujar Haerul Warisin saat ditemui usai acara penutupan.
Kendati sukses membawa pulang trofi peringkat kedua, Bupati menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) bersama LPTQ Lombok Timur tidak akan cepat berpuas diri. Hasil dari kompetisi ini akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh guna memetakan strategi peningkatan prestasi di masa mendatang.
Sebagai bentuk nyata apresiasi atas perjuangan para kafilah, Bupati Haerul Warisin memastikan bahwa Pemda Lombok Timur telah menyiapkan bonus besar bagi para pemenang yang telah mengharumkan nama daerah.
“Pemda memastikan anggaran sebesar Rp 1 miliar akan diserahkan kepada LPTQ sebagai bentuk apresiasi kepada para juara,” tegas Bupati.
Acara penutupan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, yang juga menyerahkan langsung piala Juara Umum kepada Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam sambutannya, Wagub NTB mengingatkan seluruh hadirin bahwa esensi utama dari penyelenggaraan MTQ melampaui sekadar perburuan gelar juara. Di tengah arus modernisasi, ia menekankan pentingnya Al-Quran sebagai pilar pembentukan karakter generasi penerus daerah.
“MTQ ini tidak sekadar mencari yang terbaik di antara sejumlah kafilah. Yang lebih utama adalah mengingatkan kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat dan orang tua akan pentingnya menanamkan pendidikan Al-Quran di tengah kemajuan zaman. Al-Quran harus menjadi benteng yang sangat baik bagi generasi-generasi islami yang akan mewarisi estafet pembangunan,” kata Wagub NTB.
Lebih lanjut, Hj. Indah Damayanti Putri menyatakan optimismenya terhadap kualitas para qari dan qariah yang berkompetisi tahun ini. Ia meyakini para pemenang memiliki kapasitas besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
“Melihat potensi besar yang ditunjukkan para peserta, kami optimis bahwa para juara yang lahir malam ini tidak hanya akan bersinar di tingkat provinsi, melainkan siap menjadi duta yang membawa nama harum NTB ke panggung nasional,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wakil Gubernur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para kepala daerah se-NTB, pihak keamanan, panitia penyelenggara, serta seluruh lapisan masyarakat yang menjaga kondusivitas acara. Beliau juga menaruh harapan besar agar di masa depan, Provinsi NTB dapat kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat nasional.

