Nyalakan Lentera Literasi, Taman Tugu Selong Jadi Saksi Gerakan Membaca Massal di Lombok Timur

Rosyidin S
Selasa, Juni 30, 2026 | 16.00 WIB Last Updated 2026-06-30T08:00:04Z
Literasi: Para penggiat literasi gelar aksi baca bersama di Taman Tugu Selong, (Foto: Istimewa/MP).

MAMDALIKAPOST.com – Semangat menghidupkan budaya membaca kembali menggema di Kabupaten Lombok Timur. Ratusan masyarakat dan pegiat literasi melebur menjadi satu dalam aksi Baca Bersama Se-Lombok Timur yang digelar di Taman Tugu Selong, Minggu sore (28/6).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WITA ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi akbar bagi puluhan komunitas literasi, taman bacaan masyarakat (TBM), organisasi mahasiswa, hingga relawan pendidikan di Bumi Gora.


Uniknya, panitia mengemas acara ini menjadi tiga ruang alternatif yang ramah bagi segala usia, yakni Zona Baca Senyap bagi mereka yang butuh kekhusyukan, Zona Diskusi untuk bertukar gagasan, serta Zona Baca Nyaring (Read Aloud) yang ramah anak. Ruang terbuka hijau di jantung Kota Selong itu pun seketika berubah menjadi perpustakaan raksasa yang hidup dan inklusif.


Koordinator acara, dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan sekaligus harapan bersama akan masa depan literasi daerah.


"Buku adalah jendela dunia, namun kolaborasilah yang membuka pintunya. Hari ini kita membuktikan bahwa gerakan literasi di Lombok Timur bergerak atas dasar kesamaan mimpi, bukan kompetisi. Kita ingin menghadirkan ruang publik yang tidak hanya hijau, tapi juga edukatif dan memanusiakan manusia melalui membaca," ujarnya dengan penuh semangat.


Dukungan terhadap aksi ini mengalir deras. Tidak kurang dari puluhan komunitas lintas wilayah ambil bagian, di antaranya Pena Mujahid, Perpustakaan Lembah Hijau, Lumbung Baca, Lombok Read Aloud, Aksara Pustaka Rempung, Sanggar Baca Bhavana, Ruang Pusat Literasi, Bawah Pohon Pustaka, FORMARA, Fisban Book, hingga BEM Universitas Hamzanwadi, serta deretan komunitas lokal lainnya.


Antusiasme warga yang hadir juga sangat tinggi. Mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga orang tua tampak asyik menggelar tikar, memegang buku, dan larut dalam bacaan masing-masing. Beberapa di antaranya juga memanfaatkan momen ini untuk saling bertukar rekomendasi buku bacaan.


Salah satu pegiat literasi senior yang hadir turut memberikan pandangannya mengenai esensi dari kegiatan luar ruang seperti ini. According to him, membumikan literasi harus dimulai dari menjemput bola ke tengah-tengah masyarakat.


"Menumbuhkan minat baca tidak bisa hanya dengan menunggu masyarakat datang ke perpustakaan daerah. Kita harus membawa buku-buku itu ke tempat mereka bermain, ke ruang terbuka seperti Taman Tugu ini. Ketika membaca sudah menjadi pemandangan yang biasa di ruang publik, maka perlahan ia akan mengakar menjadi gaya hidup sehari-hari," tuturnya puitis.


Pihak panitia berharap aksi "Baca Bersama Se-Lombok Timur" ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan dapat bertransformasi menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Jaringan antar-komunitas yang telah terbentuk diharapkan terus solid guna menyisir wilayah-wilayah pelosok yang masih minim akses bacaan.


Sebab pada akhirnya, seperti manifesto yang digaungkan oleh seluruh relawan sore itu: "Satu Buku, Satu Pertemuan, Sejuta Perubahan untuk Lombok Timur yang Lebih Literat."


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Nyalakan Lentera Literasi, Taman Tugu Selong Jadi Saksi Gerakan Membaca Massal di Lombok Timur

Trending Now