Kontingen Lombok Timur tampil memukau dengan formasi yang unik, kompak, dan penuh warna. Sorotan utama tertuju pada barisan Paguyuban Vespa Jadul Lombok Timur yang memberikan nuansa klasik dan nyentrik.
Tidak hanya itu, rombongan juga diperkuat oleh ratusan peserta yang terdiri dari anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lombok Timur.
Dalam sambutannya sebelum mengibarkan bendera start, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada KORPRI yang telah bergerak cepat dalam mengamankan dukungan logistik.
"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih khusus kepada organisasi profesi, utamanya KORPRI, yang telah gotong-royong mendukung kelancaran logistik para peserta kita selama di perjalanan. Ini adalah wujud kebersamaan yang luar biasa," ujar Haerul Warisin di hadapan para peserta pawai.
Bupati juga berpesan agar seluruh anggota kontingen tetap menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan sikap yang santun selama di jalan maupun di lokasi acara, mengingat Kota Praya, Lombok Tengah, menjadi pusat perhatian seluruh kafilah se-NTB.
"Saya berharap seluruh peserta dapat menjaga ketertiban, kebersamaan, dan keamanan sepanjang perjalanan dan rute yang akan ditempuh nantinya. Mari kita tunjukkan bahwa Lombok Timur adalah daerah yang religius dan tertib. Semoga seluruh kontingen diberikan keselamatan, kesehatan, dan membawa keberkahan bagi daerah kita," tambah Bupati penuh harap.
Untuk memastikan iring-iringan besar ini berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas umum, pengamanan ketat pun diberlakukan. Tim gabungan yang terdiri dari Satlantas Polres Lombok Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Timur dikerahkan penuh untuk mengawal rombongan hingga tiba di arena utama MTQ di Kota Praya.
Tepat setelah bendera pelepasan dikibarkan oleh Bupati, klakson khas Vespa jadul bertalu-talu menandai bergeraknya rombongan. Dipandu oleh petugas pengawal, konvoi penuh warna tersebut perlahan meninggalkan halaman Kantor Bupati menuju Lombok Tengah, membawa misi syiar dan semangat juara bagi Gumi Selaparang.

