![]() |
| Faradian Agustin, Owner Gemala Crafts Sumbawa. (FOTO : istimewa) |
MANDALIKAPOST.com – Bagi sebagian orang, gedebong pisang hanyalah limbah yang dibiarkan membusuk atau dibuang begitu saja. Namun di tangan Faradian Agustin, limbah alami itu justru berubah menjadi karya seni bernilai ekonomi yang kini dipasarkan hingga ke gerai UMKM di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa.
Perempuan asal Pantai Jempol, Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa itu adalah pemilik Gemala Crafts, sebuah usaha kerajinan yang lahir dari perjalanan panjang penuh tantangan. Jauh sebelum dikenal sebagai perajin produk berbahan alami, Dian mengawali usahanya dengan membuat berbagai suvenir seperti bros dan aksesori wanita.
Kala itu, bahan baku yang digunakan masih berupa material siap pakai, seperti kawat, mutiara akrilik, dan berbagai aksesori lainnya. Meski menghasilkan produk yang menarik, biaya produksi yang tinggi membuat usahanya sulit berkembang.
Minat pasar yang terus menurun akhirnya memaksanya berhenti. Demi tetap bertahan, Dian bahkan sempat meninggalkan dunia kerajinan dan beralih ke usaha kuliner selama hampir satu tahun.
Namun kecintaannya terhadap dunia kriya tak pernah benar-benar hilang.
Pada 2020, ia kembali mencoba membangun Gemala Crafts. Sayangnya, pandemi Covid-19 kembali menjadi ujian berat. Aktivitas ekonomi yang melambat membuat ruang geraknya kembali terbatas.
![]() |
| Dari Limbah Jadi Karya, Kisah Gemala Crafts Menembus Pasar Berkat Bale Berdaya. |
Pengalaman itu justru mengubah cara pandangnya dalam berkarya. Pasca pandemi, Dian mulai mencari bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sekaligus memiliki nilai tambah. Pilihannya jatuh pada limbah gedebong pisang.
Dari bahan yang selama ini dianggap tidak bernilai itu, lahirlah karya pertamanya berupa kotak tisu. Seiring waktu, kreativitasnya terus berkembang.
Kini Gemala Crafts memproduksi beragam kerajinan dan dekorasi rumah (home décor), mulai dari kotak tisu, bingkai cermin, aksesori bros, hiasan dinding, hingga berbagai produk dekoratif lainnya yang mengangkat keindahan material alami khas Sumbawa.
"Saya ingin mengangkat potensi bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Gedebong pisang ternyata bisa diolah menjadi produk yang bernilai dan memiliki daya tarik tersendiri," ujar Dian kepada Mandalika Post.
Perjalanan Gemala Crafts memasuki babak baru pada 2024 ketika Dian terpilih sebagai peserta Program Bale Berdaya yang diinisiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Bagi Dian, pelatihan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti program pendampingan UMKM sejak menekuni dunia kerajinan.
"Ini pelatihan pertama yang pernah saya ikuti selama bergelut di bidang kerajinan. Saya hanya ingin mengangkat produk dari bahan alami yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar, bahannya limbah gedebong pisang," katanya.
Melalui Program Bale Berdaya, Dian bersama lebih dari 100 pelaku UMKM dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengelolaan keuangan usaha, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan akses pasar.
Menurut Dian, manfaat terbesar dari program tersebut bukan hanya bertambahnya ilmu, tetapi juga perubahan pola pikir dalam mengembangkan usaha.
"Banyak hal positif yang saya dapatkan. Mulai dari bagaimana meningkatkan mutu produk, mengelola keuangan usaha dengan lebih baik, hingga memasarkan produk secara digital. Program Bale Berdaya dari AMMAN benar-benar kami rasakan manfaatnya," ungkapnya.
Pendampingan tersebut mulai membuahkan hasil. Produk-produk Gemala Crafts kini telah dipasarkan di sejumlah gerai home décor di Sumbawa, hadir di Bale Berdaya Hub Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, serta menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital seperti Shopee.
Bagi Dian, keberhasilan itu bukan sekadar peningkatan penjualan. Lebih dari itu, ia merasa bangga karena limbah gedebong pisang yang selama ini dipandang sebelah mata kini mampu berubah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru.
Ia berharap Program Bale Berdaya yang dijalankan AMMAN dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku UMKM di Sumbawa memperoleh kesempatan untuk berkembang.
"Harapan saya, program ini terus berkesinambungan sehingga UMKM yang belum sempat ikut juga bisa merasakan manfaatnya. Saya percaya semakin banyak UMKM yang naik kelas, maka ekonomi masyarakat Sumbawa juga akan semakin kuat," pungkasnya. (*)


