Dongkrak Kesejahteraan Papua, Mentan Amran Tambah Anggaran Pertanian Jadi Rp3,2 Triliun

Rosyidin S
Senin, Juli 13, 2026 | 20.48 WIB Last Updated 2026-07-13T12:48:55Z
Bantuan: Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan kepada salah satu tokoh masyarakat setempat, Mama Yasinta secara simbolis, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen penuh untuk mentransformasi kesejahteraan masyarakat Papua melalui sektor agraria. Menyusul keberhasilan program pengembangan pertanian di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Pemerintah resmi menambah alokasi anggaran pembangunan pertanian di Tanah Papua menjadi sekitar Rp3,2 triliun untuk tahun anggaran 2026.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna merespons tingginya aspirasi dan antusiasme masyarakat serta pemerintah daerah di berbagai wilayah Papua yang menginginkan program serupa. Secara akumulatif, dalam dua tahun terakhir total dukungan pemerintah untuk sektor pertanian di Bumi Cendrawasih telah menyentuh angka Rp5,3 triliun.


"Rakyat Papua sudah menikmati dan peningkatan kesejahteraan luar biasa. Dan rakyat masih butuh tambahan. Saya sampaikan tolong usulkan kita siapkan tahun depan (anggaran tambahan)," ujar Mentan Amran saat berdialog dengan masyarakat di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (5/7/2026) lalau.


Komitmen besar pemerintah ini disambut haru dan antusias oleh masyarakat Wanam yang telah lama mendambakan kemajuan ekonomi di wilayah mereka. Tokoh masyarakat setempat, Mama Yasinta, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program yang membawa secercah harapan baru tersebut.


"Aspirasi masyarakat yang selama ini kami tunggu dan kami rindu, sehingga lewat kuasa Tuhan kami sudah bertemu," ungkap Mama Yasinta emosional.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Kampung Wanam sekaligus pemilik hak ulayat, Arnold Awalik, menyatakan dukungan penuh dan kesiapan masyarakat adat untuk menyerahkan lahan demi pembangunan persawahan. Menurutnya, kepemilikan lahan sawah pribadi adalah kunci kemandirian ekonomi warga lokal.


"Kami dari Kelompok Tani Yeloko 1 dan Yeloko 2 dari Kampung Wanam menyatakan menerima program pemerintah di atas tanah ulayat kami. Kami sudah mempunyai alat, tetapi kami belum punya lahan persawahan pribadi. Kami ingin punya lahan persawahan sendiri supaya orang Papua yang tinggal di Wanam bisa punya kesejahteraan," tegas Arnold.


Mendengar langsung aspirasi penyerahan lahan tersebut, Mentan Amran langsung bergerak cepat dengan menyetujui pembukaan lahan sawah seluas 250 hektare di Wanam. Menariknya, pengerjaan proyek strategis ini dipastikan akan dimulai dan rampung pada tahun ini juga.


Tidak hanya lahan, Kementan juga akan menyuntikkan berbagai bantuan mekanisasi dan infrastruktur modern, termasuk tambahan unit traktor, pembangunan jaringan irigasi, serta penerapan teknologi pertanian mutakhir untuk menjadikan Wanam sebagai kawasan percontohan (pilot project) di Papua.


"Insyaallah selesai tahun ini. Kami yang bertanggung jawab. Nanti kami kirim traktor lagi, irigasi kami bangun, teknologi modern juga kita terapkan di Wanam sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pertanian yang lebih baik," kata Mentan Amran.


Sebelumnya, Kementan telah mengalokasikan bantuan senilai Rp1,3 triliun khusus untuk wilayah Papua Selatan pada tahun 2026 yang mencakup alat mesin pertanian (alsintan), jalan usaha tani, gudang, *dryer*, hingga pengembangan lahan. Namun, arus usulan yang masif dari para kepala daerah dan petani dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, hingga Papua Pegunungan membuat Kementan melakukan penyesuaian anggaran secara menyeluruh.


Amran memaparkan bahwa distribusi bantuan nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik dan komoditas unggulan masing-masing daerah. Wilayah dataran tinggi seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah masing-masing akan diguyur 100 ribu paket peralatan pertanian untuk mendukung komoditas ubi. Sementara wilayah lain akan difokuskan pada pengembangan komoditas bernilai tinggi seperti kopi, kakao, sagu, hingga kedelai.


"Alhamdulillah kami ubah anggaran demi Papua yang kita cintai. Kami ubah anggaran, berikan peralatan untuk Papua Pegunungan 100 ribu paket, Papua Tengah 100 ribu paket, kemudian bantuan kopi ribuan hektare. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan daerahnya," papar Mentan.


Di akhir penjelasannya, Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh proyek raksasa ini murni dibiayai oleh negara dan tidak akan membebani masyarakat. Seluruh hasil dari program ini nantinya akan dikembalikan penuh untuk kemakmuran rakyat Papua.


"Pemerintah yang kerjakan, anggaran dari pemerintah. Setelah jadi semua ini milik rakyat," pungkasnya.


Melalui sinergi anggaran yang kuat dan kolaborasi erat bersama masyarakat adat, Kementan optimistis Tanah Papua tidak hanya akan tampil sebagai motor penggerak kesejahteraan lokal, melainkan juga menjadi pilar utama dalam memperkuat swasembada pangan nasional.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dongkrak Kesejahteraan Papua, Mentan Amran Tambah Anggaran Pertanian Jadi Rp3,2 Triliun

Trending Now