Dr. Jasardi Gunawan: Tahan Diri di Medsos, Selesaikan Persoalan dengan Dialog

MandalikaPost.com
Sabtu, Juli 25, 2026 | 18.04 WIB Last Updated 2026-07-25T10:10:04Z
Dr. Jasardi Gunawan.

MANDALIKAPOST.com – Mantan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Sumbawa 2009 - 2019, Dr. Jasardi Gunawan, meminta polemik yang terjadi antara Tim Hotman Paris 911, Putri Maya Rumanti, dengan sejumlah aktivis di Nusa Tenggara Barat (NTB) segera diakhiri melalui dialog dan komunikasi yang baik.

‎Menurut Jasardi, persoalan yang berkembang di ruang publik maupun media sosial tersebut seharusnya tidak terus dipertajam karena hanya akan merugikan semua pihak, termasuk menciptakan citra negatif bagi NTB.

‎"Saya menilai ini sebenarnya masalah sederhana, namun bergulir liar di media sosial sehingga membesar. Sebaiknya kedua pihak menahan diri di media sosial dan bisa berkomunikasi dengan kepala dingin," kata Jasardi, Sabtu (25/7/2026).

‎Penggiat budaya Sumbawa itu menilai, apabila polemik terus berlarut-larut, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pihak yang berselisih, tetapi juga masyarakat luas.

‎Ia mengingatkan bahwa NTB selama ini dikenal sebagai daerah yang aman, ramah, dan terbuka terhadap investasi. Karena itu, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah, bukan saling menyerang di ruang publik.

‎Menurut Jasardi, jika dilihat secara objektif, kehadiran Tim Hotman Paris 911 ke NTB bertujuan memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

‎Ia juga menilai persoalan bantuan bagi korban santri sudah mendapatkan penjelasan sehingga tidak perlu lagi berkembang menjadi berbagai spekulasi.

‎"Tim Hotman 911 kan sudah pernah juga melakukan pendampingan serta perhatian serupa ketika ada kasus Radit. Artinya mereka datang ke NTB dengan maksud yang baik. Soal bantuan untuk korban santri juga saya pikir sudah jelas, bahwa bantuan itu pasti disalurkan, hanya saja menunggu waktu kapan Tim Hotman 911 bisa datang langsung sesuai permintaan orang tua korban," ujarnya.

‎Jasardi berharap seluruh pihak dapat melakukan introspeksi dan membuka ruang dialog agar kesalahpahaman yang terjadi dapat segera diselesaikan.

‎"Ya mungkin ada salah persepsi dan salah pemahaman dalam berkomunikasi di media sosial. Ada baiknya semua pihak bisa introspeksi dan membuka ruang dialog untuk meluruskan kesalahpahaman ini," katanya.

‎Ia menegaskan, jangan sampai polemik tersebut terus melebar hingga memengaruhi nama baik NTB.

‎"Supaya jangan sampai citra NTB jadi terkesan kurang baik dan bisa berdampak bukan saja pada masyarakat, tapi juga iklim investasi di daerah ini," pungkasnya.

‎Sebelumnya, polemik tersebut memuncak dengan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan kantor Tim Hotman Paris 911 (Law Firm Puri & Partners Hotman 911) di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Jumat (24/7/2026).

‎Dalam aksi itu, massa menyampaikan kritik terhadap aktivitas Tim Hotman Paris 911 di NTB. Mereka mempertanyakan penyaluran bantuan kepada korban, menyoroti unggahan media sosial Putri Maya Rumanti yang dinilai provokatif, serta meminta agar keberadaan tim tersebut dievaluasi.

‎Menanggapi aksi tersebut, Putri Maya Rumanti membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. 

‎Ia menegaskan tidak pernah menghina masyarakat maupun tokoh NTB, menyatakan persoalan bantuan kepada korban telah diselesaikan bersama keluarga korban, serta memastikan tidak ada kantor Tim Hotman Paris 911 di Mataram yang disegel sebagaimana isu yang sempat beredar.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dr. Jasardi Gunawan: Tahan Diri di Medsos, Selesaikan Persoalan dengan Dialog

Trending Now