Gedung Perpustakaan Rp10 Miliar di Lombok Timur Belum Optimal

Rosyidin S
Kamis, Juli 30, 2026 | 13.38 WIB Last Updated 2026-07-30T05:38:43Z
Literasi: Gedung Perpustakaan Daerah Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Fasilitas gedung perpustakaan daerah Lombok Timur seluas tiga lantai yang dibangun menggunakan dana bantuan Perpustakaan Nasional senilai Rp10 miliar dinilai belum beroperasi secara maksimal.


Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa gedung tersebut masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan keterbatasan fasilitas pendukung, mulai dari pengerjaan fisik yang belum tuntas hingga minimnya sarana penunjang digital.


"Belum optimal 100 persen. Anggarannya kan cuma Rp10.000.000.000 dari Perpustakaan Nasional, tiga lantai," ujar Edwin saat dikonfirmasi, Selasa (28/7) kemarin.


Menurut Edwin, pengerjaan di lantai tiga gedung perpustakaan tersebut hingga kini masih menyisakan beberapa pekerjaan finishing.


"Yang belum *finishing* itu keramik, kemudian lampu, dan dinding," jelasnya.


Selain masalah penyelesaian fisik, Edwin juga menyoroti ketiadaan sistem pendingin udara (AC) di seluruh area gedung yang dinilai mengurangi kenyamanan para pengunjung.


"Lantai 1, 2, 3 itu tidak ada AC. Padahal orang baca kan di dalam ruangan," tegasnya.


Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, antusiasme masyarakat khususnya kalangan mahasiswa terhadap perpustakaan ini terbilang cukup tinggi. Rata-rata kunjungan mencapai 200 orang per hari. Area outdoor seluas 5x4 meter bahkan menjadi lokasi favorit bagi mahasiswa untuk berkumpul dan belajar.


Untuk mengakomodasi tingginya minat tersebut, pengelola perpustakaan beroperasi selama 6 hari dalam seminggu lebih banyak dibanding hari kerja dinas biasa serta berencana membuka layanan pada malam hari.


"Dan kalau pembedah kerja 5 hari, mereka 6 hari buka. Bahkan akan mencoba membuka untuk malam hari karena mahasiswa banyak yang cangkruk malam," tambah Edwin.


Namun, potensi besar ini belum diimbangi dengan fasilitas teknologi informasi yang memadai. Perpustakaan daerah tercatat memiliki koleksi e-library sebanyak 670 judul, tetapi pengunjung masih diwajibkan membawa perangkat laptop sendiri untuk mengaksesnya karena ketersediaan unit komputer yang sangat terbatas.


"E-library ini kita baru punya koleksi penyimpanan aja, semacam flash disk. Tapi untuk membuka di situ, mereka harus membawa laptop. Padahal itu akan sangat penting bagi mahasiswa kita untuk menyelesaikan tugasnya," ungkap Edwin.


Saat ini, gedung tersebut baru memiliki 2 unit station komputer untuk multimedia. Edwin memperkirakan Pemkab Lombok Timur membutuhkan tambahan alokasi anggaran sekitar Rp3,4 miliar guna melengkapi fasilitas pendukung, penyediaan komputer, hingga pemasangan AC.


"Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk melengkapi semua itu sekitar 3,4 miliar," pungkas Edwin.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gedung Perpustakaan Rp10 Miliar di Lombok Timur Belum Optimal

Trending Now