![]() |
| Dukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Lakykan Penanaman Bibit Cabai di SMKN 5 Mataram. |
MANDALIKAPOST.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan lima program strategis sebagai bagian dari reformasi pendidikan untuk meningkatkan mutu sekolah, memperkuat keterkaitan pendidikan dengan dunia kerja, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, serta mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Peluncuran program dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB, Kepala Dinas Pertanian NTB, perwakilan Bank Indonesia, BPR NTB, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-NTB yang mengikuti acara secara langsung maupun daring.
Lima program yang diluncurkan meliputi Golden Ticket, SMK Mendunia, Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI), bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, serta relaksasi pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, tantangan utama pendidikan di NTB saat ini adalah belum meratanya kualitas SMA dan SMK. Menurutnya, pemerataan mutu menjadi syarat penting agar masyarakat tidak lagi berorientasi pada sekolah favorit.
"Kalau kualitas seluruh SMA dan SMK kita sama baiknya, masyarakat tidak lagi sibuk mencari sekolah favorit. Karena itu yang harus kita benahi terlebih dahulu adalah kualitas sekolahnya," ujarnya.
Untuk mendukung pemerataan tersebut, Pemprov NTB meluncurkan program Golden Ticket, yakni mekanisme seleksi terbuka untuk menjaring kepala sekolah terbaik yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu. Pada tahap awal, tujuh kepala sekolah akan menjalankan penugasan khusus di sejumlah daerah.
Selain memperoleh insentif, para kepala sekolah tersebut diberikan kewenangan memilih dua guru pendamping melalui skema Silver Ticket. Mereka juga diberi waktu satu bulan untuk memetakan persoalan sekolah dan menyusun program peningkatan mutu yang didukung anggaran khusus pemerintah.
Di bidang pendidikan vokasi, Pemprov NTB meluncurkan program SMK Mendunia untuk memperkuat keterkaitan antara sekolah dengan kebutuhan industri. Program ini diarahkan pada pengembangan SMK berbasis potensi wilayah, seperti pertambangan, alat berat, mekanik, dan konstruksi di kawasan Hu'u dan Lunyuk.
Pemerintah juga akan memperkuat kemampuan bahasa Inggris siswa SMK agar lulusan memiliki daya saing di pasar kerja nasional maupun internasional.
"SMK harus menjadi tempat lahirnya tenaga kerja yang profesional, adaptif, dan siap bersaing, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan industri di NTB, tetapi juga di tingkat nasional dan global," kata Iqbal.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur menyerahkan Surat Keputusan relaksasi penggunaan Dana BOS yang memungkinkan sekolah memberikan tambahan penghasilan kepada guru dan tenaga kependidikan berstatus PPPK Paruh Waktu. Mulai September 2026, mereka akan menerima tambahan penghasilan minimal Rp500 ribu per bulan di luar hak yang telah diterima sebelumnya. Kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Di sektor ketahanan pangan, Pemprov NTB meluncurkan Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI). Melalui program ini, setiap siswa baru SMA, SMK, dan SLB diwajibkan menanam satu pohon cabai. Dengan sekitar 41 ribu siswa baru tahun ini, pemerintah memperkirakan produksi cabai dapat mencapai lebih dari 20 ton untuk membantu pengendalian inflasi daerah.
"Ini bukan sekadar menanam cabai. Anak-anak belajar menyemai, merawat, memanen, hingga memasarkan hasilnya. Mereka belajar bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, sekaligus membangun keterampilan hidup," ujar Gubernur.
Pemprov NTB juga menaruh perhatian terhadap pendidikan inklusif dengan mengupayakan penyediaan kendaraan antar-jemput bagi setiap Sekolah Luar Biasa (SLB) agar anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur turut mengapresiasi kreativitas siswa disabilitas dengan membeli lukisan karya Fatih, siswa SLBN 2 Mataram, yang dipamerkan pada acara tersebut.
"Negara harus memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. No one left behind," tegasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov NTB menargetkan terciptanya sistem pendidikan yang lebih merata, adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, serta mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju NTB Makmur Mendunia.

