![]() |
| Ketua DPM Unram Tembus Pengamanan, Serahkan Langsung Kajian Mahasiswa kepada Presiden Prabowo. |
REPORTER : ABDUL RAHIM
MANDALIKAPOST.COM – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Nusa Tenggara Barat diwarnai aksi berani Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram (Unram), Maulana, yang berhasil mendekati iring-iringan kendaraan Presiden dan menyerahkan langsung dokumen berisi kajian serta tuntutan mahasiswa.
Peristiwa yang terekam dalam video dan viral di media sosial itu terjadi saat rombongan Presiden melintas menuju Bendungan Meninting.
Di tengah pengamanan berlapis yang melibatkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat gabungan, Maulana berdiri di jalur iring-iringan sambil membawa dokumen aspirasi.
Presiden Prabowo terlihat menerima langsung dokumen tersebut dari atas kendaraan kepresidenan sebelum rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Aksi itu langsung menjadi sorotan nasional.
Publik mempertanyakan bagaimana seorang mahasiswa dapat mendekati kendaraan Presiden dan menyerahkan dokumen secara langsung di tengah pengamanan yang ketat.
Menurut Maulana, tindakan tersebut bukan untuk mencari sensasi, melainkan agar kajian dan aspirasi mahasiswa benar-benar sampai ke tangan Presiden tanpa melalui perantara.
Dokumen yang diserahkan memuat evaluasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, di antaranya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga dampak kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap masyarakat.
Sebagai Ketua DPM Universitas Mataram, Maulana menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan kritik yang berbasis kajian akademik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun Paspampres mengenai peristiwa tersebut ataupun apakah akan dilakukan evaluasi terhadap prosedur pengamanan selama kunjungan Presiden.
Aksi Maulana menuai beragam tanggapan. Sebagian menilai langkah itu mencerminkan keberanian mahasiswa dalam memperjuangkan aspirasi rakyat secara langsung kepada kepala negara. Di sisi lain, muncul pula perdebatan mengenai mekanisme penyampaian aspirasi dalam situasi yang melibatkan pengamanan Presiden.
Terlepas dari pro dan kontra, aksi Ketua DPM Unram itu menjadi salah satu peristiwa paling menyita perhatian dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Lombok dan memicu diskusi publik mengenai ruang penyampaian aspirasi serta pengamanan kepala negara.

