Menko Pangan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Dorong Kesejahteraan Nelayan Ekas Buana Melalui KNMP dan Peningkatan Akses Modal

Rosyidin S
Jumat, Juli 31, 2026 | 20.15 WIB Last Updated 2026-07-31T12:15:22Z
Ketahanan Pangan: Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan saat ditemui awak media di Pantai Ekas, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com — Pemerintah Pusat terus memperkuat komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir. Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, ke Pantai Ekas Buana, Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Jumat (31/7).


Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta memastikan berbagai intervensi kebijakan pemerintah benar-benar berdampak pada peningkatan Kesejahteraan Nilai Tukar Nelayan (NTN).


Dalam keterangannya kepada awak media di sela-sela peninjauan, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya keberpihakan negara terhadap keberlangsungan hidup para nelayan agar mampu bersaing dan menjaga kedaulatan laut Indonesia.


"Kebijakan Bapak Presiden harus berpihak kepada nelayan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, kita lengkapi dengan fasilitas cold storage, pabrik es, hingga balai lelang. Jadi kalau tangkapan ikan melimpah, harga tidak langsung anjlok. Ikan bisa disimpan atau dilelang melalui jaringan koperasi yang terhubung secara nasional," ujar Zulkifli Hasan.


Ia menambahkan, program ini ditargetkan mampu meningkatkan target Nilai Tukar Nelayan hingga angka 120. Selain itu, pemerintah juga mempermudah akses pembiayaan dan bahan bakar bersubsidi bagi nelayan setempat.


"Nanti mulai September, perbankan seperti BRI, NTB Syariah dan Mandiri akan masuk memberikan akses pembiayaan dengan bunga resmi 8% per tahun, agar nelayan tidak lagi terjerat rentenir harian. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga membangun SPBU Nelayan agar solar subsidi bisa didapatkan dengan harga resmi, bukan harga eceran yang mahal," tegasnya.


"Jika nelayan kita tidak diperhatikan, mereka akan tetap miskin dan laut kita justru dikuasai asing. Namun jika nelayan kita produktif dan punya kapal yang bagus, mereka yang akan menguasai laut Indonesia dan membawa kemakmuran," lanjut Menko Pangan.


Terkait persoalan lingkungan yang berada di sekitar pantai Ekas dan kawasan hutan mangrove, Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya kolaborasi pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari tingkat daerah hingga partisipasi masyarakat.


Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan nyata dari Pemerintah Pusat bagi para nelayan di kawasan Lombok Timur.


"Alhamdulillah, Kemenko Pangan dan KKP menyaksikan langsung kondisi di lapangan. Janji awal bantuan 10 unit kapal kini ditambah menjadi 50 unit kapal tangkap. Ini tentu akan sangat memaksimalkan kapasitas tangkap nelayan kita," ungkap Haerul Warisin.


Warisin optimis hadirnya sarana pendingin (cold storage), pabrik es, dan perbaikan armada tangkap dapat menstabilkan harga ikan saat musim panen raya. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Lombok Timur telah mengusulkan perluasan titik KNMP di wilayah lain.


"Kami sudah mengusulkan lima titik lokasi baru untuk KNMP di Lombok Timur. Informasi terakhir, empat titik di antaranya sudah disetujui oleh pusat. Mengenai masalah sampah di kawasan perairan Jerowaru, Pemkab Lombok Timur segera mengarahkan pembuangan sampah sementara ke TPA Pijot yang sudah dilengkapi 18 armada," jelas Bupati Lombok Timur.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menko Pangan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Dorong Kesejahteraan Nelayan Ekas Buana Melalui KNMP dan Peningkatan Akses Modal

Trending Now