Porprov NTB XII 2026 Masuki Pekan Kedua, 23 Cabor Rampung, Sejumlah Sengketa Masih Diproses

Ariyati Astini
Rabu, Juli 22, 2026 | 10.13 WIB Last Updated 2026-07-22T02:13:31Z
Mori Hanafi saat memberikan keterangan pers di Media Center Porprov NTB, Mataram, Selasa (21/7/2026).


MANDALIKAPOST.com– Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 yang berlangsung sejak 15 Juli terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki pekan kedua, sebanyak 23 dari total 51 cabang olahraga (cabor) telah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan.

Meski demikian, sejumlah sengketa terkait hasil pertandingan dan keabsahan status atlet masih ditangani oleh tim arbitrase Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.

Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi, mengatakan dari total 51 cabor yang dipertandingkan, penyelenggaraan Porprov telah melewati separuh tahapan.

"Secara pelaksanaan, dari 51 cabor, saat ini sudah 23 cabang olahraga yang selesai dipertandingkan. Berarti masih ada 28 cabor lagi yang sedang dan akan menyelesaikan pertandingannya," ujar Mori saat memberikan keterangan pers di Media Center Porprov NTB, Mataram, Selasa (21/7/2026).

Adapun 23 cabor yang telah rampung meliputi selancar ombak, bola voli indoor, judo, gulat, kurash, anggar, tinju, drumband, sepak takraw, angkat besi, akuatik, hoki, airsport, dayung, gateball, soft tennis, kickboxing, dancesport, catur, pencak silat, golf, gimnastik, dan finswimming.

Mori menjelaskan, panitia belum dapat merilis secara resmi seluruh perolehan medali karena masih terdapat sejumlah protes dan keberatan yang diajukan beberapa kontingen kabupaten/kota.

Menurutnya, setiap atlet maupun kontingen memiliki hak untuk mengajukan keberatan apabila menemukan dugaan pelanggaran teknis maupun administrasi selama pertandingan berlangsung.

"Masih ada beberapa nomor pertandingan yang medalinya belum kami rilis karena sesuai aturan, ada proses protes yang sedang berjalan. Itu merupakan hak setiap atlet dan kontingen daerah," katanya.

Salah satu sengketa yang menjadi perhatian melibatkan kontingen Kota Bima dan Kota Mataram. Kota Bima mengajukan protes atas keabsahan seorang atlet peraih medali emas dari Kota Mataram yang diduga bukan berdomisili di NTB, melainkan berasal dari luar daerah.

Menindaklanjuti protes tersebut, KONI NTB menunda sementara pengesahan hasil pertandingan hingga Kota Mataram menyampaikan sanggahan beserta dokumen administrasi yang membuktikan keabsahan atlet tersebut. Seluruh sengketa kini diproses melalui sidang arbitrase KONI NTB untuk mendapatkan keputusan yang bersifat final.

"Proses penyelesaian sengketa melalui arbitrase memang membutuhkan waktu, bisa satu hingga dua hari, tergantung kompleksitas persoalan. Yang terpenting, seluruh proses dilakukan secara transparan dan adil," ujar Mori.

Ajang Seleksi Menuju PON XXII 2028

Porprov NTB XII 2026 yang berlangsung pada 15–25 Juli diikuti sekitar 4.860 atlet dari seluruh kabupaten/kota di NTB yang bersaing pada 51 cabang olahraga.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi antardaerah, Porprov juga menjadi sarana seleksi atlet potensial yang akan dipersiapkan memperkuat Kontingen NTB pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

KONI NTB berharap seluruh pertandingan pada sisa 28 cabang olahraga dapat berlangsung lancar, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas hingga penutupan Porprov.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Porprov NTB XII 2026 Masuki Pekan Kedua, 23 Cabor Rampung, Sejumlah Sengketa Masih Diproses

Trending Now