![]() |
Program MAHYANI BAZNAS Perkuat Penanganan RTLH di NTB, Wagub Dinda Optimistis Capaian Lampaui Target. |
MANDALIKAPOST.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, optimistis penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di NTB tahun 2026 dapat melampaui target 10 ribu unit.
Optimisme tersebut didukung hadirnya Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB.
Hal itu disampaikan Indah kepada wartawan usai membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BAZNAS Provinsi NTB Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Launching Program Pemberdayaan BAZNAS, Rabu malam (29/7), di Hotel Lombok Astoria, Mataram.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB telah memiliki basis data sekitar 10 ribu RTLH yang telah diinput oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) di seluruh kabupaten dan kota.
Data tersebut menjadi acuan penanganan rumah tidak layak huni bagi masyarakat pada kelompok desil satu hingga desil empat.
"Data sekitar 10 ribu RTLH itu sudah terinput di Dinas Perkim masing-masing kabupaten dan kota. Jadi ketika ada tambahan program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah tinggal menggunakan data yang sudah tersedia," ujar Wagub yang akrab di sapa Ummi Dinda.
Namun, Ummi Dinda menjelaskan Program MAHYANI yang dijalankan BAZNAS NTB tidak masuk dalam target 10 ribu RTLH tersebut. Program itu merupakan tambahan yang akan semakin memperkuat upaya pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat miskin.
"Ya, insyaallah bisa lebih, karena Program MAHYANI di BAZNAS NTB kan berbeda," katanya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Menurutnya, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat, selain pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi.
Sebelumnya, saat membuka Rakernis BAZNAS NTB, Wagub menegaskan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung program pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Wagub juga mengingatkan agar seluruh bantuan RTLH, baik yang bersumber dari pemerintah maupun BAZNAS, benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak.
Berdasarkan hasil kunjungannya ke berbagai daerah di NTB, ia melihat secara langsung besarnya kebahagiaan warga yang akhirnya dapat menempati rumah yang layak huni.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., mengatakan Program MAHYANI menjadi salah satu program unggulan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Program tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.
Sepanjang 2025, Program MAHYANI BAZNAS NTB telah menjangkau 534 penerima manfaat, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 458 penerima manfaat, sebagai bentuk komitmen BAZNAS mendukung percepatan penanganan RTLH di Nusa Tenggara Barat.

