Rakernis BAZNAS NTB 2026 Usung Transformasi Sosio-Ekonomi Mustahik Melalui Ekosistem Zakat Produktif ‎

Panca Nugraha
Rabu, Juli 29, 2026 | 21.10 WIB Last Updated 2026-07-30T07:10:53Z

Rakernis BAZNAS NTB 2026 Usung Transformasi Sosio-Ekonomi Mustahik Melalui Ekosistem Zakat Produktif.



‎MANDALIKAPOST.com– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Program Mahyani dan Z-KUP Tahun 2026 di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu malam (29/7). 

Rakernis mengusung tema "Transformasi Sosio-Ekonomi Mustahik Melalui Ekosistem Zakat Produktif" sebagai arah baru penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

‎Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., menjelaskan bahwa BAZNAS NTB membangun sinergi strategis menuju ekosistem Desa Berdaya yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan melalui lima pilar pemberdayaan, yakni ekonomi, vokasi, pendidikan, kesehatan, dan desa.

‎"Hasil evaluasi program menunjukkan dampak yang signifikan. Pendapatan bulanan penerima manfaat meningkat rata-rata 150 hingga 200 persen setelah mengikuti program pemberdayaan," katanya.

Sebanyak 359 mustahik berhasil meningkatkan status ekonominya selama periode 2024–2025, sementara lebih dari 290 unit UMKM berhasil diinkubasi dan beroperasi di NTB. 

Selain itu, 15 persen penerima manfaat telah bertransformasi menjadi muzaki pada tahun pertama.

‎Data statistik BAZNAS NTB juga menunjukkan jumlah penerima manfaat meningkat dari 2.296 orang pada 2024 menjadi 3.149 orang pada 2025, atau bertambah 853 orang dengan pertumbuhan 37,14 persen.

‎Peningkatan juga terjadi pada berbagai program pemberdayaan. Rehab Rumah Layak Huni meningkat dari 458 menjadi 534 penerima, Gerobak Z-KUP dari 571 menjadi 681 penerima, Pendampingan Berobat Lanjut dari 1.212 menjadi 1.540 penerima, sedangkan Program Bantuan Sarana dan Modal Usaha melonjak dari 55 menjadi 290 penerima atau tumbuh 427 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pada Rakernis tersebut, Ketua BAZNAS NTB juga memaparkan penguatan program vokasi berbasis kebutuhan industri. 

‎"Sebanyak 400 mustahik akan mengikuti pelatihan di enam bidang keahlian, yakni tukang bangunan, pengelasan, menjahit, tata boga, service AC, dan Juru Sembelih Halal (JULEHA)," kata Iqbal.

Seluruh peserta akan memperoleh bantuan alat kerja sesuai bidangnya dan menjalani pendampingan intensif pascapelatihan guna memastikan keberlanjutan usaha maupun penyerapan tenaga kerja.

‎Untuk jangka menengah, BAZNAS NTB menargetkan pada 2026 penyaluran 500 bantuan modal usaha, pengembangan 25 unit Z-Auto, 20 unit Z-Coffee, serta 8 program vokasi. Target tersebut akan ditingkatkan pada 2027 menjadi 1.000 bantuan modal, 50 unit Z-Auto, 40 unit Z-Coffee, dan 10 program vokasi dengan fokus replikasi Desa Berdaya di seluruh kabupaten/kota di NTB.

‎Menurut Iqbal, keberhasilan program zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, tetapi dari lahirnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi hingga mampu bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. 

Hal itu menjadi tujuan utama ekosistem zakat produktif yang dikembangkan BAZNAS NTB dalam mendukung kesejahteraan umat dan pembangunan daerah.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rakernis BAZNAS NTB 2026 Usung Transformasi Sosio-Ekonomi Mustahik Melalui Ekosistem Zakat Produktif ‎

Trending Now