Buka Ujian PPAT 2026, Wamen ATR/BPN Tekankan Pentingnya SDM Berintegritas dan Profesional

Rosyidin S
Selasa, Agustus 04, 2026 | 10.10 WIB Last Updated 2026-08-04T02:10:07Z
Ujian: Kementrian ATR BPN RI resmi membuka ujian PPAT 2026, (Foto: Istimewa/MP).

BOGOR, MANDALIKAPOST.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) resmi membuka penyelenggaraan Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Tahun 2026. 


Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, di Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Senin (3/8/2026).


Ujian seleksi tahun ini diikuti oleh 7.886 peserta yang tersebar di tiga lokasi ujian, yaitu BPSDM Kementerian ATR/BPN, Universitas Al Azhar Indonesia (Jakarta), dan Politeknik Agraria STPN (Sleman, D.I. Yogyakarta).


Dalam sambutannya, Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menegaskan bahwa seleksi ini merupakan langkah krusial dalam menjamin mutu serta integritas para pelayan publik di bidang pertanahan.


“Penyelenggaraan Ujian PPAT merupakan bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan pertanahan dari PPAT yang kompeten, memahami hukum pertanahan, profesional, dan berintegritas,” ujar Ossy.


Ia menambahkan bahwa kecanggihan teknologi dan regulasi yang baik tidak akan optimal tanpa didukung oleh kualitas SDM yang mumpuni.


“Pada akhirnya, kualitas layanan pertanahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik maupun teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya,” tegasnya.


Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, dari total 7.886 pendaftar, sebanyak 2.929 peserta berlatar belakang notaris dan 4.957 peserta merupakan non-notaris. Peserta non-notaris tersebut akan memperebutkan 1.743 formasi PPAT yang tersebar di 270 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.


Untuk menyaring calon PPAT yang handal, materi ujian dirancang secara mendalam mencakup keorganisasian kementerian, hukum pertanahan, penetapan hak dan pendaftaran tanah, tata cara pembuatan akta, hingga kode etik profesi.


“Semua ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap PPAT nantinya memiliki bekal pengetahuan dan juga profesionalisme yang memadai,” jelas Ossy.


Selain seleksi masuk, Kementerian ATR/BPN terus berupaya meningkatkan kualitas profesi PPAT melalui penyempurnaan regulasi dan penguatan sistem pembinaan berkelanjutan.


“Penyempurnaan ini diarahkan agar regulasi semakin sesuai dengan perkembangan zaman, memperkuat etika profesi, dan memperjelas hak dan kewajiban PPAT sekaligus memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan,” kata Ossy.


Ia juga menambahkan bahwa pihak kementerian terus berkolaborasi dengan Ikatan PPAT (IPPAT) dalam menyempurnakan sistem penilaian kinerja.


“Kementerian juga terus mengembangkan sistem penilaian kinerja PPAT bersama IPPAT agar lebih objektif dan proporsional,” pungkasnya.


Pelaksanaan Ujian PPAT 2026 dibagi ke dalam beberapa gelombang di tiga lokasi berbeda yaitu. 1. BPSDM Kementerian ATR/BPN (Cikeas) mulai 3–5 Agustus 2026 (2.482 peserta). 2. Universitas Al-Azhar Indonesia (Jakarta), 11–13 Agustus 2026 (2.397 peserta). Dan yang ke 3. Politeknik Agraria STPN (Sleman, DIY) dari 18–20 Agustus 2026 (3.007 peserta).


Turut hadir mendampingi Wamen ATR/Waka BPN dalam pembukaan tersebut antara lain Kepala BPSDM Agustyarsyah, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT dan Mitra Kerja Ana Anida, Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap, serta jajaran pengurus IPPAT Pusat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Buka Ujian PPAT 2026, Wamen ATR/BPN Tekankan Pentingnya SDM Berintegritas dan Profesional

Trending Now