![]() |
| Program PIP: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh Edwin Hadiwijaya mendampingi wakil ketua DPR RI, Hj. Sari Yuliati, (Foto: Istimewa/MP). |
Kunjungan kerja tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni SDN 3 Selagik, Kecamatan Terara, dan SDN 1 Kotaraja, Kecamatan Sikur. Dalam kesempatan tersebut, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) diserahkan secara simbolis kepada total 520 siswa, dengan rincian 243 siswa di SDN 3 Selagik dan 277 siswa di SDN 1 Kotaraja.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan bantuan yang disalurkan oleh Pimpinan DPR RI ke wilayah Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi paling krusial bagi kemajuan daerah.
"Pendidikan merupakan investasi utama untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kami berharap bantuan PIP ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima, sehingga mampu mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter di Lombok Timur," ujar Wabup Edwin dalam sambutannya.
Tak hanya soal akses pendidikan, Wabup juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengimbau para siswa dan orang tua yang hadir agar membentengi anak-anak dari praktik pernikahan dini.
"Kami mengingatkan para orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mencegah perkawinan anak. Dampak negatifnya sangat besar, salah satunya memicu meningkatnya angka stunting yang hingga kini masih menjadi tugas besar Pemkab Lombok Timur," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yuliati menekankan bahwa penyaluran PIP merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak belajar setiap anak bangsa dari keluarga miskin maupun rentan miskin.
"Melalui PIP ini, kita berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Ini adalah bagian dari upaya bersama mewujudkan kecerdasan bangsa dan menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045. Menjaga dan memajukan pendidikan anak-anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi peran bersama seluruh elemen masyarakat," tutur Sari Yuliati.
Selain menyerahkan dana tunai PIP, Sari Yuliati juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana sekolah masing-masing sebesar Rp100 juta untuk SDN 3 Selagik dan SDN 1 Kotaraja. Pihaknya juga berkomitmen mengawal pengalokasian dana rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas sekolah tersebut melalui APBN.
Program PIP sendiri dirancang pemerintah untuk memperluas akses dan pembiayaan pendidikan formal (SD hingga SMA/SMK) maupun non formal (Paket A hingga C dan pendidikan khusus). Selain mencegah drop out, program ini difungsikan untuk menarik kembali anak-anak yang sempat putus sekolah agar kembali mengecap pendidikan.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Kepala UPTD setempat, serta jajaran tokoh masyarakat.

