![]() |
| Evakuasi: Tim SAR Mataram bersiap untuk evakuasi korban jatuh di Gunung Rinjani lewat jalur pintu pendakian Senaru, Lombok Utara, (Foto: Istimewa/MP). |
Laporan darurat diterima Kantor SAR Mataram pada pukul 10.00 WITA dari perwakilan EMHC, Mustiadi. Berdasarkan laporan awal tersebut, insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WITA saat korban sedang melakukan aktivitas pendakian.
Merespons kondisi krisis tersebut, Kantor SAR Mataram bergerak cepat mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Sembalun menuju titik lokasi kejadian. Untuk mengoptimalkan pergerakan, personil tambahan dari Kantor SAR Mataram dan Unit Siaga SAR Bangsal turut diterjunkan ke lapangan.
Melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Bustanil, pihak SAR memprioritaskan penanganan medis awal mengingat risiko cedera yang cukup berat pada korban.
"Kami langsung merespons cepat laporan kondisi membahayakan manusia ini. Fokus utama kami saat ini adalah menjangkau korban secepat mungkin untuk memberikan pertolongan medis awal, mengingat korban dilaporkan mengalami cedera kepala dan pingsan. Saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung," ujar Bustanil dalam keterangan resminya diterima, Senin malam (14/9).
Dalam penanganan di medan pegunungan yang terjal, tim penyelamat dibekali dengan berbagai Alat Utama (Alut) SAR khusus, meliputi peralatan mountaineering, perlengkapan evakuasi medis darurat, serta kendaraan operasional pendukung.
Operasi evakuasi ini dijalankan secara sinergis oleh unsur SAR Gabungan. Berbagai pihak yang terlibat di lapangan antara lain Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Nusa Medica Clinic Sembalun, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta dukungan dari para porter dan pemandu pendakian lokal.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung di lapangan. Informasi lanjutan mengenai kondisi kesehatan korban serta perkembangan hasil evakuasi akan diperbarui setelah tim SAR Gabungan berhasil menjangkau titik korban dan membawanya turun ke posko keselamatan.

