![]() |
| Hibah: Bupati Lombok Timur didampingi Sekda pimpin rapat koordinasi bersama Bank Dunia untuk dapat dana hibah Local Service Delivery Project, (Foto: Istimewa/MP). |
Program LSDP difokuskan untuk menggenjot peningkatan layanan infrastruktur serta reformasi tata kelola persampahan daerah secara berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah (Pemda) untuk menyukseskan program ini. Ia menyampaikan optimisme serta impian besarnya untuk mewujudkan Lombok Timur yang bersih dan bebas dari persoalan sampah.
"Saya sangat bersemangat untuk bagaimana Lombok Timur ini bersih, Pak. Sangat saya idam-idamkan itu. Dan rasanya kita tidak akan pernah tenang berhenti jadi Bupati kalau tetap dia kotor," tegas Warisin.
Melalui program LSDP, pengelolaan sampah di Lombok Timur diarahkan untuk mendorong prinsip ekonomi sirkular. Sampah tak lagi dipandang sekadar limbah rumah tangga yang menumpuk, melainkan potensi ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Hal-hal positif yang dapat kita tarik dari sampah ini juga bisa kita hadirkan. Tidak seperti prinsip sekarang ini, sampah adalah barang kotor yang tidak ada harganya. Tentu lewat LSDP ini semua itu akan berubah. Orang mengatakan itu tidak bermanfaat, insyaallah dengan program ini akan menjadi bermanfaat," tambah Bupati.
Guna memastikan kesiapan di lapangan, tim lintas kementerian menggelar verifikasi lapangan di Lombok Timur pada Kamis (27/8). Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kemendagri, Suprayitno, menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan mengukur kesiapan Pemda serta masyarakat dalam mengeksekusi program LSDP. Pihaknya juga memberikan catatan teknis jika ada hal-hal yang perlu disempurnakan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV Kemendagri, Paudah, menggarisbawahi pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Ia menyebut edukasi akan dimulai sejak dini melalui lingkungan sekolah agar dapat membawa dampak positif bagi keluarga.
Dari aspek teknis program, Koordinator Tim Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pembangunan Daerah Bappenas, Septaliana Dewi Prananingtyas, mengungkapkan bahwa verifikasi ini juga menjadi acuan untuk menetapkan besaran dana hibah yang diterima Lombok Timur. Menurutnya, LSDP memiliki keunggulan karena menekankan reformasi penanganan sampah terpadu yang disertai asistensi intensif di tingkat regional maupun lokal.
Sebagai bentuk komitmen lintas sektor, kegiatan verifikasi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga kelompok masyarakat pemerhati lingkungan dan perwakilan warga sekitar TPA Ijo Balit.

