Puncak Festival Gawe Beleq: Ribuan Warga Sakra Barat Gantungkan Harapan Lewat Lantunan Sholawat

Rosyidin S
Sabtu, Agustus 22, 2026 | 16.32 WIB Last Updated 2026-08-22T08:32:52Z
Festival: Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha didampingi Kadis Pendidikan dan Dandim 1615 Lombok Timur saat hadiri acara puncak Festival gawe Beleq Kecamatan Sakra Barat, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Ribuan warga dari berbagai penjuru Kecamatan Sakra Barat dan sekitarnya memadati Lapangan Kecamatan Barokah pada Sabtu malam. Warga memadati area yang dahulu dikenal sebagai Lapangan "Uka-Uka" tersebut untuk menghadiri acara "Sakra Barat Bersholawat", yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Festival Gawe Beleq Sakra Barat.


​Suasana terasa kian khidmat lantaran gelaran budaya dan spiritual tahun ini bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak sore, warga dari berbagai kalangan tua, muda, laki-laki, hingga perempuan mulai menggelar tikar dan sajadah untuk melantunkan sholawat secara khusyuk di depan panggung utama.


​Sesi doa dan sholawat bersama ini dipimpin oleh puluhan Tuan Guru setempat, serta diiringi oleh tim marawis Pondok Pesantren Saadatul Ikhwan Peteluan di bawah binaan TGHL Zaenal Mahruf.


​Ketua Panitia Festival Gawe Beleq Sakra Barat, Faizun Fikri, menegaskan bahwa agenda sholawat ini dirancang sebagai inti dari seluruh rangkaian kegiatan festival. Menurutnya, acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sarana ikhtiar spiritual untuk keselamatan bersama.


​"Doa dan sholawat yang dilantunkan dihajatkan untuk keselamatan bangsa, agama, dan daerah. Dengan bersama-sama mengumandangkan sholawat kepada Rasulullah, tujuannya satu. Kita memohon barokah dan maghfirah dari Allah. Semoga Sakra Barat makin makmur, masyarakatnya sejahtera, dan Negara Indonesia di usia ke-81 tetap aman, damai, Gemah Ripah Loh Jinawi," ujar Faizun di hadapan ribuan jamaah.


​Apresiasi terhadap kondusivitas acara disampaikan oleh Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H. Ia memuji kesuksesan panitia dalam mengemas pesta rakyat dengan nuansa keagamaan yang kental.


​"Kami mengimbau agar warga yang hadir bersholawat tetap menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Kami sangat mengapresiasi suksesnya Gawe Beleq Sakra Barat yang diisi dengan kegiatan keagamaan luar biasa ini," tutur AKBP Ariakta.


​Sementara itu, Dandim 1615 Lombok Timur memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya etika dan penghormatan kepada orang tua sebagai landasan utama kesuksesan generasi muda.


​"Sehebat apa pun kita sukses, kalau tidak diridhoi orang tua maka hasilnya sia-sia. Jaga akhlak, jaga adab," tegas Dandim, yang langsung disambut seruan takbir dan tepuk tangan riuh dari para hadirin.


​Hadir mewakili Bupati Lombok Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) M. Nurul Wathoni memaparkan sejumlah pencapaian dan program strategis pemerintah daerah di bawah kepemimpinan H. Iron dan H. Edwin.


​Beberapa capaian yang disampaikan antara lain perbaikan sarana 80-an ruas jalan, penyaluran bantuan sosial UMKM, insentif untuk marbot dan guru ngaji, revitalisasi ratusan fasilitas sekolah, hingga pembenahan sistem data bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos agar lebih presisi. Wathoni juga secara rinci menyebutkan titik-titik bantuan yang masuk ke wilayah Sakra Barat.


​Meski demikian, pihak Pemkab mengakui masih ada agenda infrastruktur yang belum tuntas di kawasan tersebut.


​"Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih memiliki 'hutang' perbaikan jalan di tiga lokasi, yakni jalur Pejaring, Sukarara, dan Montong Beter. Ini akan menjadi perhatian utama kami untuk dituntaskan secara bertahap pada tahun berikutnya," jelas Wathoni.


​Ia menambahkan bahwa kegiatan Gawe Beleq memiliki makna strategis bagi masyarakat setempat.


​"Gawe Beleq bukan sekadar pesta, tapi juga ruang spiritual. Selain pameran UMKM dan pementasan seni budaya, kita hadirkan ruang doa bersama untuk menguatkan daerah dan bangsa," pungkasnya.


​Rangkaian acara resmi berakhir setelah penutupan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama setempat. Ribuan jamaah mengangkat tangan seraya melantunkan sholawat terakhir, memanjatkan harapan agar Sakra Barat terus mengalami kemajuan, Lombok Timur senantiasa mendapat keberkahan, dan Indonesia tetap berada dalam kedamaian.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puncak Festival Gawe Beleq: Ribuan Warga Sakra Barat Gantungkan Harapan Lewat Lantunan Sholawat

Trending Now