Ancaman Kebakaran Mengintai Pasar Pancor Sebagai Penyumbang PAD Terbesar Lombok Timur

Rosyidin S
Kamis, September 03, 2026 | 19.39 WIB Last Updated 2026-09-03T11:39:08Z
Dagang: Salah satu Los atau tempat para penjual untuk menjual dagangannya di pasar Pancor, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Ancaman bencana kebakaran membayangi Pasar Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Di atas lahan seluas dua hektar, instalasi listrik pasar ini dipaksa menanggung beban ekstrem yang berisiko memicu korsleting hingga potensi kebakaran hebat.


Kapasitas daya sebesar 1.500 kWh yang ada saat ini tak lagi seimbang dengan aktivitas pasar. Tanpa adanya pembagian beban yang memadai, kabel instalasi sering kali panas hingga meleleh, bahkan stut panel berulang kali terbakar.


Kepala Pasar Pancor, Rudy Wahyudi, mengungkapkan kecemasannya atas kondisi fasilitas fisik pasar yang tidak pernah mendapatkan perawatan memadai sejak pertama kali dibangun pada 2008 silam.


"Panel listrik untuk tiap los tidak ada. Seharusnya ada tiga panel, satu untuk tiap los. Anggarannya sekitar 100 juta. Kalau tidak dipenuhi ya overload terus," ujar Rudy saat dikonfirmasi, Rabu (3/9).


Rudy menambahkan bahwa tanda-tanda kerusakan instalasi sudah berulang kali terjadi dan beruntung masih bisa ditangani petugas sebelum api membesar. Namun, struktur bangunan pasar lantai dua serta area kolong los yang sarat dengan material mudah terbakar seperti kayu dan bambu mempertinggi risiko bencana.


Sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di sektor retribusi pasar, Rudy menilai keselamatan para pedagang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.


"Mestinya pedagang tidak dilarang pakai listrik. Mereka bayar retribusi tiap hari. Kami minta aman, tapi fasilitasnya tidak pernah aman," tegasnya.


Pandangan senada disampaikan Camat Selong, L. Ridho. Ia menilai Pasar Pancor membutuhkan pembenahan menyeluruh. Untuk mengantisipasi potensi bahaya dalam waktu dekat, pihaknya mendorong peningkatan pengawasan dengan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan jajaran kepolisian.


"Jangka pendek kita perkuat patroli dan monitoring. Jangka panjang harus ada revitalisasi. Tujuannya agar pedagang tenang berjualan dan pembeli tidak was-was," kata Ridho.


Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Fathurrahman, menyatakan telah mengeluarkan instruksi awal kepada pihak pengelola pasar untuk memperketat kewaspadaan. Langkah ini diambil mengingat tingginya aktivitas perdagangan serta kondisi iklim saat ini yang meningkatkan kerentanan pasar rakyat terhadap bahaya kebakaran.


"Kami sudah buat imbauan agar kepala pasar mewaspadai fenomena kebakaran yang terjadi saat-saat ini. Ini terkait kondisi iklim dan tingginya aktivitas perdagangan yang meningkatkan risiko kebakaran di pasar rakyat," jelas Fathurrahman saat dihubungi melalui saluran telepon.


Fathurrahman memaparkan lima poin utama dalam imbauan tersebut, meliputi pemastian instalasi listrik dalam kondisi aman, pemeriksaan rutin pada jam sibuk dan penutupan pasar, perbaikan cepat pada komponen yang rusak, sosialisasi pencegahan kebakaran kepada pedagang, serta pelaporan segera jika ditemukan potensi bahaya.


Saat ini, Dinas Perdagangan tengah melakukan pemetaan dan pemeriksaan kondisi instalasi di seluruh pasar se-Kabupaten Lombok Timur sebagai dasar perencanaan perbaikan.


"Kami sedang mengecek kondisi semua instalasi listrik pasar-pasar kita. Innsya Allah tahun depan secara bertahap kita fokus perbaikan dan merapikan instalasi listrik pasar-pasar kita," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ancaman Kebakaran Mengintai Pasar Pancor Sebagai Penyumbang PAD Terbesar Lombok Timur

Trending Now