![]() |
| Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio |
MANDALIKAPOST.com – Penggunaan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sistem pembayaran digital nasional tersebut dinilai semakin memudahkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menerima pembayaran dari berbagai aplikasi hanya dengan menggunakan satu kode QR.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan QRIS memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM, terutama dalam mempermudah proses transaksi sehari-hari.
“Pertama, UMKM akan dimudahkan dalam bertransaksi. Mereka tidak perlu menyediakan uang untuk pengembalian, tidak khawatir menerima uang palsu, dan seluruh transaksi tercatat dengan baik,” ujar Adhi saat Konfrensi Pers di Bank NTB pada Jumat ( 11/9/2026).
Menurutnya, rekam jejak transaksi yang tercatat melalui QRIS juga dapat menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha ketika mengajukan pembiayaan ke perbankan.
“Transaksi yang tercatat ini bisa menjadi underlying atau dasar pertimbangan ketika UMKM mengajukan pembiayaan. Jadi, semakin jelas dan terukur aktivitas usahanya,” katanya.
Adhi menjelaskan, sejak QRIS diperkenalkan hingga saat ini, adopsi penggunaannya di kalangan UMKM di NTB terus meningkat. Bahkan, hampir seluruh UMKM yang telah terdigitalisasi telah memanfaatkan layanan pembayaran tersebut.
Ia menyebut pertumbuhan penggunaan QRIS di NTB mencapai lebih dari 100 persen dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari lonjakan jumlah transaksi yang terjadi.
“Dari sekitar 62.187 transaksi pada awal implementasi, pada Agustus tahun ini sudah mencapai 478.140 transaksi menggunakan QRIS,” ungkapnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital, sekaligus menjadi indikator percepatan transformasi digital di sektor UMKM di NTB.
Bank NTB Syariah berharap penggunaan QRIS terus berkembang sehingga dapat mendorong efisiensi transaksi, memperluas akses keuangan, serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital.

