![]() |
| Sidak: Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol. Heriyanto turun langsung ke lapangan, (Foto: Istimewa/MP). |
Peristiwa ini menimpa murid dari SDN Repok Puyung, SDN Beber, dan MTs Qudwatun Hasanah. Makanan yang dikonsumsi para siswa disajikan oleh penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Bersatu Yayasan Budi Sain Mangkling.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lombok Tengah, para korban mengalami gejala mual, muntah-muntah, hingga kondisi fisik yang melemah. Guna penanganan cepat, ratusan siswa dipilah dan dirawat secara intensif di empat puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Bagu, Puskesmas Pringgarata, dan Puskesmas Mantang.
Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan menerjunkan personil untuk menyelidiki dapur penyedia makanan tersebut.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol. Heriyanto, mengonfirmasi bahwa kepolisian sedang bergerak cepat mendalami penyebab pasti dari insiden ini.
"Dari data awal ada 3 sekolah dan siswanya ini sudah dibawa ke 4 puskesmas yang berbeda," ujar Heriyanto dalam keterangan tertulis diterima, Mandalikapost.com, Jumat malam (10/9).
Ia menambahkan bahwa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Lombok Tengah telah mengumpulkan bukti dan menguji sampel makanan guna mendalami indikasi penyebab keracunan.
Atas kejadian ini, kepolisian melayangkan imbauan tegas kepada seluruh pengelola SPPG dan penyedia katering di Lombok Tengah agar tidak mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) pengerjaan serta distribusi makanan.
"Dengan kejadian ini kita juga imbau kepada para SPPG ini untuk menjalankan SOP dan segala aturan yang ada. Yang jelas itu diikuti, innsya Allah aman," tegas Hariyanto.
Hingga saat ini, proses penyelidikan kepolisian masih berjalan, sementara ratusan siswa masih dalam pemantauan medis di masing-masing puskesmas.

