![]() |
| Langka: Bangunan masjid Nurul Islam Sangiang, Masbagik mangkrak akibat semen langka di Lombok Timur, (Foto: Istimewa/MP). |
Ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Sangiang, Abd. Somad, mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan sekitar 450 zak semen untuk mengecor lantai satu masjid. Namun, upaya pencarian ke berbagai toko bangunan hingga tingkat distributor resmi di Lombok Timur tidak membuahkan hasil.
"Sudah dua minggu pengecoran lantai satu Masjid Nurul Islam tertunda dikarenakan stok semen kosong di toko-toko bangunan. Kita wara-wiri muter-muter nyari semen, tetap enggak ada stok," kata Abd. Somad saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (23/9).
Somad menjelaskan, pihak pengurus masjid telah menyisir toko-toko bangunan besar hingga pelosok Lombok Timur, termasuk mendatangi distributor di wilayah Paokmotong, Sikur, serta toko langganan seperti milik Haji Jumar. Bahkan pencarian sempat meluas hingga ke wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur bagian timur.
"Kita sudah ke Haji Jumar, ke distributor Saka, ke distributor Semen Gresik di Paokmotong, sampai ke toko-toko daerah setempat. Rata-rata mereka bilang enggak ada stok, belum ada kiriman. Tadi sore kita minta tolong lagi ke Haji Jumar karena mau ngecor masjid, tapi beliau angkat tangan," ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menyayangkan kelangkaan ini terus berlarut-larut tanpa kepastian, padahal pengurus masjid siap membeli material secara tunai tanpa berutang.
"Kita buntu mau cari ke mana lagi. Masak tidak ada stok semen di toko bangunan besar bahkan di distributor resmi? Kita mau beli pakai uang tunai, bukan ngutang," tegas Somad.
Selain kelangkaan, lonjakan harga juga mulai dialami warga. Menurut Somad, harga semen Tiga Roda yang semula berkisar Rp66.000 per zak, serta merek Bosowa, Tonasa, dan Gresik yang berada di kisaran Rp62.000–Rp63.000 per zak, kini meroket hingga di atas Rp80.000 per zak di beberapa wilayah seperti Sembalun.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh masyarakat umum dan para pengembang lokal di wilayah Lombok Timur. Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi atau kepastian dari instansi pemerintah terkait mengenai penyebab terhentinya pasokan semen serta solusi mengatasi kelangkaan tersebut.
"Masyarakat lain juga banyak yang mengeluh hal yang sama. Harapan kami, pemerintah atau instansi terkait segera turun tangan agar stok semen bisa segera tersedia kembali di pasaran," pungkasnya.

