MANDALIKAPOST.com MATARAM – Forum Ulama dan Aktivis Islam (FORMULA) Nusa Tenggara Barat resmi memasuki babak baru. Dr. TGH. Musta’in, QH., S.S., M.M. resmi memimpin Pengurus Wilayah (PW) FORMULA NTB masa khidmat 2026–2031 setelah dilantik dalam rangkaian kegiatan pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakelwil) di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (7/11/2026).
Kepemimpinan baru ini membawa harapan besar bagi penguatan peran ulama, akademisi, intelektual, dan aktivis Islam dalam mengawal kepentingan umat serta merespons berbagai persoalan sosial dan keagamaan di Nusa Tenggara Barat.
Tidak sekadar pergantian struktur organisasi, pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi kekuatan keumatan. FORMULA NTB kini diperkuat barisan tokoh dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengabdian, mulai dari ulama, tuan guru, akademisi hingga aktivis Islam.
Di bawah kepemimpinan Dr. TGH. Musta’in, organisasi ini diharapkan mampu membangun gerakan yang lebih terarah, progresif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dr. TGH. Musta’in Nahkodai Kepengurusan 2026–2031
Dalam struktur kepengurusan baru, Dr. TGH. Musta’in didampingi tiga wakil ketua, yakni Prof. Dr. H. Fakhrurman Putra, M.Ag., Ustaz Safarudin Kia, M.Ag., dan Drs. H. Jamaruddin, M.M.
Posisi sekretaris dipercayakan kepada Dr. H. Jalaluddin, S.H.I., M.H.I., didampingi tiga wakil sekretaris. Sementara jabatan bendahara diemban H. Ahmad Jauhari, S.Pd., M.Pd., dengan Drs. H. M. Taufik Sangau sebagai wakil bendahara.
Komposisi ini menjadi fondasi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, membangun koordinasi antarlembaga, serta memastikan setiap program kerja berjalan secara terukur selama lima tahun mendatang.
Barisan Ulama dan Akademisi Jadi Kekuatan Strategis
Salah satu kekuatan penting dalam kepengurusan PW FORMULA NTB periode ini adalah keterlibatan sejumlah tokoh ulama dan akademisi dalam jajaran Majelis Pertimbangan dan Dewan Pakar.
Majelis Pertimbangan diketuai Drs. H. Lalu Suhaimi Ismi, didampingi Tuan Guru H. Abdul Manan, Lc. sebagai sekretaris.
Sementara Dewan Pakar diketuai Prof. Dr. TGH. M. Taufik, Lc., M.A., dengan Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, M.A. sebagai wakil ketua dan Prof. Dr. KH. Subhan Abdullah Asim, Lc., M.A. sebagai sekretaris.
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan memperkuat landasan keilmuan, memberikan pertimbangan strategis, sekaligus menjaga agar arah gerakan organisasi tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kepentingan masyarakat.
Pada jajaran Dewan Pembina juga tercantum unsur Gubernur NTB, Kementerian Agama NTB, Kesbangpoldagri NTB, MUI NTB, dan Kapolda NTB.
14 Bidang Strategis Jadi Ujung Tombak Gerakan FORMULA
Tidak berhenti pada penguatan struktur kepemimpinan, PW FORMULA NTB juga menyiapkan 14 bidang strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program kerja organisasi selama periode 2026–2031.
Ke-14 bidang tersebut meliputi:
1. Pengembangan Ilmu Al-Qur'an dan Ulumul Qur'an.
2. Dakwah.
3. Pendidikan.
4. Kaderisasi.
5. Hukum dan HAM.
6. Pengembangan Usaha dan Ekonomi Umat.
7. Pembinaan Masyarakat dan Perempuan.
8. Pembinaan Pemuda dan Remaja.
9. Seni, Budaya dan Olahraga.
10. Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan.
11. Hubungan Antar Lembaga.
12. Hubungan Masyarakat.
13. Informasi dan Teknologi (IT).
14. Lingkungan Hidup.
Pembentukan 14 bidang ini menunjukkan bahwa FORMULA NTB ingin mengambil peran lebih luas. Organisasi tidak hanya berkutat pada kegiatan dakwah dan keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hukum dan HAM, kesehatan, sosial kemanusiaan, kepemudaan, hingga pelestarian lingkungan.
Setiap bidang diharapkan menjadi motor penggerak program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.
Rakelwil Tentukan Arah dan Agenda Lima Tahun ke Depan
Rangkaian pelantikan yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, menetapkan program prioritas, serta memperkuat sinergi antarpengurus.
Melalui Rakelwil, kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan visi organisasi ke dalam agenda kerja yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kepentingan umat.
Tantangan kepemimpinan Dr. TGH. Musta’in selama lima tahun ke depan bukan hanya membangun organisasi yang solid secara struktural, tetapi juga membuktikan kehadiran FORMULA NTB melalui kerja nyata.
Umat dan masyarakat NTB kini menantikan kiprah organisasi tersebut dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, menjaga persatuan, mendorong kemajuan pendidikan, memperjuangkan keadilan sosial, serta mengawal berbagai kepentingan masyarakat.
Dengan dukungan barisan ulama, akademisi, intelektual, dan aktivis Islam serta 14 bidang strategis, FORMULA NTB memiliki modal organisasi yang kuat. Kini, publik menunggu pembuktian: sejauh mana amanah lima tahun tersebut mampu diwujudkan menjadi gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.

