Ajang kejuaraan tingkat daerah ini disambut antusias dengan kehadiran sebanyak 773 atlet muda dari berbagai jenjang pendidikan. Tercatat peserta terdiri atas 168 siswa SD, 340 siswa SMP, dan 265 siswa SMA yang siap berlaga menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Pembukaan ajang olahraga ini ditandai secara resmi melalui pemukulan gong oleh Bupati Lombok Timur dengan didampingi jajaran pimpinan OPD terkait serta pengurus IPSI dan KONI Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menegaskan bahwa pencak silat memegang peranan penting yang lebih luas dari sekadar kompetisi fisik. Menurutnya, olahraga beladiri tradisional ini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan moralitas generasi muda.
"Pencak silat bukan sekadar olahraga fisik, melainkan warisan budaya dan seni yang berperan penting dalam membentuk karakter serta akhlak generasi muda," ujar Haerul Warisin di hadapan ratusan atlet pelajar dan official.
Ia juga menekankan filosofi dasar dari seni bela diri agar para atlet tidak menyalahgunakan kemampuan yang dimiliki.
"Pencak silat adalah seni bela diri untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat yang membutuhkan, bukan sarana untuk berkelahi atau mencari musuh," tegasnya.
Mengingat Kabupaten Lombok Timur memiliki basis pelajar dan peminat seni bela diri terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bupati memberikan dorongan moral agar para atlet tidak gentar menghadapi persaingan maupun risiko kekalahan. Ia mengingatkan bahwa musuh terbesar seorang atlet bukanlah lawan di arena, melainkan sikap diri sendiri.
"Jangan takut menghadapi kekalahan. Hal yang seharusnya paling Anda takuti sebagai seorang atlet adalah ketidakdisiplinan dalam berlatih serta hilangnya rasa hormat kepada pelatih, guru, dan orang tua," tutur Haerul Warisin memberi motivasi.
Lebih lanjut, guna mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan asupan gizi sejak dini.
"Guna mencapai prestasi puncak, jagalah pola hidup sehat dan disiplin berlatih. Atur asupan nutrisi dengan baik dan hindari minuman beralkohol maupun minuman dengan pemanis buatan," tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus IPSI Lombok Timur yang telah konsisten mengawal pembinaan atlet daerah. Turnamen ini diharapkan menjadi pijakan awal yang solid dalam menjaring talenta potensial menuju PON 2028 sekaligus berjalan dengan aman, lancar, dan sportif.

