Penguatan Literasi Digital, Pemkab Lombok Timur Dorong Mahasiswa Jadi Agen Keamanan Siber

Rosyidin S
Rabu, Oktober 07, 2026 | 17.09 WIB Last Updated 2026-10-07T09:09:34Z
Digitalisasi: Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menggelar Cyber Security Seminar 2026 bertema, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan pentingnya menjaga keamanan ruang digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang telah menjadi kebutuhan di sektor pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan bermasyarakat.


Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat membuka Lombok Timur Cyber Security Seminar 2026 bertema “Membangun Kepercayaan Digital melalui Budaya Keamanan Siber” di Pendopo Bupati, Rabu (7/10).


Bupati mengingatkan bahwa keterbukaan akses digital tanpa pemahaman memadai berisiko memicu berbagai dampak negatif, mulai dari maraknya judi online hingga modus penipuan digital seperti jual beli fiktif dan penyebaran file APK berbahaya yang telah banyak dilaporkan ke OJK NTB.


Menanggapi proyeksi Bank Indonesia terkait potensi kerugian akibat serangan siber nasional yang diperkirakan mencapai Rp111 triliun pada 2026, Bupati menekankan bahwa perlindungan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.


Ia mendorong para mahasiswa, khususnya yang akan diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), untuk menjadi garda terdepan literasi digital masyarakat.


"Akses digital yang terbuka luas tanpa pemahaman yang memadai berpotensi menimbulkan dampak negatif. Mahasiswa harus mengambil peran sebagai agen perubahan dan agen digitalisasi, khususnya saat menjalankan program KKN untuk mendampingi masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi. Pemahaman keamanan siber ini perlu ditularkan di lingkungan kampus, keluarga, dan terutama di tengah masyarakat," ujar H. Haerul Warisin.


Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, kalangan akademisi, dan instansi pemerintah untuk bersinergi membangun budaya responsif terhadap ancaman siber.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahsanul Khaliq, menekankan pentingnya etika dan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia maya.


"Teknologi tidak akan mempermudah kehidupan jika tidak dipahami dengan baik. Pemanfaatan sistem dan aplikasi digital sangat bergantung pada bagaimana masyarakat bersikap, menyaring informasi, serta mengambil keputusan. Mahasiswa jangan mengabaikan hal-hal sederhana seperti tidak mudah percaya pada pesan masuk, tidak sembarangan memberikan data pribadi, serta menghindari mengklik tautan berbahaya," tegas Ahsanul Khaliq.


Ia juga menginstruksikan jajaran Dinas Kominfo Lombok Timur untuk meningkatkan keaktifan dalam melindungi masyarakat dari maraknya ancaman kejahatan siber, termasuk indikasi kasus judi online.


Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Lombok Timur, H. Fauzan, menyatakan bahwa seminar ini merupakan langkah konkret untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cakap di bidang keamanan informasi.


"Tantangan perkembangan teknologi tidak bisa dihadapi secara instan. Ini membutuhkan keseriusan dalam membangun infrastruktur keamanan sistem sekaligus menyiapkan SDM yang memiliki pengetahuan memadai terkait keamanan informasi. Kami berharap wawasan dari kegiatan ini dapat disebarluaskan oleh para mahasiswa KKN," tutur H. Fauzan.


Seminar yang melibatkan mahasiswa program studi informatika se-Lombok Timur ini membahas isu-isu krusial keamanan siber, perlindungan data pribadi, identitas digital, hingga keamanan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Persandian beserta jajaran serta perwakilan Satgas Wilayah Densus 88.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penguatan Literasi Digital, Pemkab Lombok Timur Dorong Mahasiswa Jadi Agen Keamanan Siber

Trending Now