![]() |
| Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) . |
MANDALIKAPOST.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat konsolidasi dan mengoptimalkan penghimpunan zakat di seluruh wilayah NTB.
Ketua Baznas NTB, Lalu Muhamad Iqbal Murad, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran strategis UPZ dalam proses pengumpulan dan penghimpunan zakat.
“Ini adalah konsolidasi untuk mengoptimalkan peran-peran UPZ Baznas dalam penghimpunan dan pengumpulan zakat di wilayah Nusa Tenggara Barat. Bagaimanapun, peran UPZ ini sangat strategis,” kata Iqbal Murad Usai Rakor pada Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, optimalisasi peran UPZ diharapkan dapat membuat proses penghimpunan zakat semakin maksimal. Selain itu, melalui kegiatan tersebut Baznas juga memberikan informasi mengenai transformasi program pengelolaan zakat, khususnya dalam pemberdayaan para mustahik.
Iqbal menjelaskan, Baznas NTB kini tidak hanya menjalankan program bantuan yang bersifat karitatif, tetapi juga mendorong program pemberdayaan agar para mustahik dapat memiliki keterampilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sejumlah program pelatihan telah dilakukan, di antaranya pelatihan menjahit, servis AC, pembuatan roti, pengelasan hingga keterampilan menjadi tukang bangunan. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan SMK vokasi di NTB.
“Harapannya tidak hanya bantuan yang sifatnya karitatif yang kita gencarkan, tetapi pada saat yang sama ada pemberdayaan sebagai upaya transformasi mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Baznas, kata dia, berupaya memberikan kontribusi pada aspek-aspek yang belum terjangkau melalui program pemerintah.
Dorong Implementasi Pergub Nomor 2 Tahun 2026
Dalam Raker tersebut, Baznas NTB juga mendorong penguatan peran UPZ yang tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah, tetapi juga dari berbagai instansi dan pihak yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah.
Salah satunya melalui implementasi Pergub NTB Nomor 2 Tahun 2026 tentang optimalisasi pengumpulan zakat dari proyek-proyek yang didanai Pemerintah Provinsi NTB.
Iqbal mengatakan, para penerima proyek pemerintah didorong untuk menyisihkan zakat sebesar 2,5 persen dari keuntungan yang diperoleh sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dari keuntungan itu kemudian jangan lupa 2,5 persen untuk membangun Nusa Tenggara Barat melalui Baznas NTB. Kira-kira itulah yang ingin kita coba ingatkan kepada teman-teman yang menggarap proyek di Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Pengumpulan Zakat Capai Rp33 Miliar
Lebih lanjut, Iqbal mengungkapkan bahwa hingga bulan ini penghimpunan dana zakat Baznas NTB telah mencapai sekitar Rp33 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp21 miliar telah disalurkan kepada penerima manfaat.
Sementara dana yang tersisa, kata dia, tengah dipersiapkan untuk mendukung program pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baznas NTB memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk membangun 380 unit rumah layak huni di sejumlah wilayah NTB.
Dalam menentukan lokasi pembangunan, Baznas NTB menggunakan data dari pemerintah daerah, termasuk data dari Bappeda terkait wilayah Desa Berdaya. Selain itu, Baznas kabupaten/kota juga dilibatkan untuk memastikan distribusi program berjalan secara merata.
“Buktinya Baznas kabupaten/kota yang menentukan di mana rumah layak huni akan dibangun,” ujarnya.
Program pembangunan rumah layak huni tersebut, lanjut Iqbal, juga dirancang agar sejalan dengan program Desa Berdaya. Menurutnya, penyediaan rumah layak huni menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Bagaimanapun salah satu tugas Baznas ini bersama-sama dengan pemerintah provinsi untuk pengentasan kemiskinan. Indikator yang paling mencolok dalam pengentasan kemiskinan itu adalah tidak tersedianya rumah layak huni bagi warga,” katanya.
Ia berharap pembangunan rumah layak huni dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong keluarga penerima manfaat keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.
“Dengan kita bangunkan rumah layak huni maka insyaallah dia akan keluar dari data kemiskinan ekstrem,” pungkasnya.

