Disparekraf NTB Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Identitas Destinasi Wisata

Ariyati Astini
Senin, Oktober 26, 2026 | 10.30 WIB Last Updated 2026-10-26T02:30:59Z

 

Kepala Bidang Destinasi Disparekraf NTB, Chandra Aprinova


MANDALIKAPOST.com — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan ekonomi kreatif lokal sebagai bagian integral dari pengembangan destinasi wisata. Langkah ini dilakukan agar pariwisata NTB tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menawarkan produk dan layanan kreatif yang menjadi identitas setiap destinasi.

Kepala Bidang Destinasi Disparekraf NTB, Chandra Aprinova, mengatakan pengembangan destinasi wisata harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, produk dan jasa kreatif dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat setempat.

"Setiap destinasi wisata ini juga harus dilengkapi oleh usaha ekonomi kreatif sebagai pelengkap atau mitranya," kata Chandra dalam kegiatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional di Kantor Disparekraf NTB, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan wisatawan tidak terbatas pada objek wisata yang dikunjungi. Wisatawan juga membutuhkan beragam produk dan layanan yang dapat menunjang pengalaman selama berada di destinasi, mulai dari suvenir, kuliner, hingga berbagai karya kreatif yang dihasilkan masyarakat lokal.

Karena itu, keterhubungan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlu diperkuat agar keduanya dapat tumbuh secara berkelanjutan.

"Harus terkoneksi, harus menjadi satu ekosistem antara destinasi wisata dengan usaha ekonomi kreatif ini karena saling melengkapi," ujarnya.

Untuk mewujudkan ekosistem tersebut, Disparekraf NTB memperkuat kolaborasi dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Indonesia (GEKRAFS). Organisasi ini dinilai memiliki peran strategis dalam membina, mendampingi, dan mengembangkan potensi pelaku ekonomi kreatif di NTB.

Chandra menyebutkan, jumlah pelaku ekonomi kreatif di NTB mencapai ratusan dan terus menunjukkan perkembangan. Potensi tersebut juga didukung oleh kreativitas generasi muda yang mulai merambah berbagai bidang, termasuk sektor digital, cosplay, hingga modifikasi kendaraan.

"Ini akan berkembang nanti. Banyak teman-teman bengkel juga akan ikut. Jadi banyak nantinya," katanya.

Selain mendorong pengembangan produk, Disparekraf NTB juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas pemasaran digital bagi para pelaku ekonomi kreatif. Berbagai pelatihan telah dilakukan untuk memperkuat kemampuan promosi dan pemasaran produk melalui platform digital.

Menurut Chandra, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan mengikuti perkembangan zaman.

"Pada umumnya semuanya berbasis digital. Kerjaan-kerjaan kreatif yang berbasis digital itu yang kita perkuat. Memang era kita sekarang era digital," tegasnya.

Melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas produk, dan optimalisasi pemasaran digital, Disparekraf NTB berharap destinasi wisata di daerah itu mampu menawarkan pengalaman yang lebih beragam kepada wisatawan.

Dengan demikian, ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pelengkap sektor pariwisata, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari identitas destinasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat lokal di NTB.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Disparekraf NTB Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Identitas Destinasi Wisata

Trending Now