Lantik 21 Pejabat Manajerial, Bupati Lombok Timur Tekankan Etika dan Kualitas Pelayanan Publik

Rosyidin S
Selasa, Oktober 20, 2026 | 11.39 WIB Last Updated 2026-10-20T03:39:46Z
Lantik: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya pimpinan pelantikan Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali melakukan penataan birokrasi. Sebanyak 21 pejabat manajerial, yang terdiri atas 2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 19 Pejabat Pengawas, resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin malam (19/10).


Pelantikan tersebut berlandaskan Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor: 800.1.3.3/473/KPSDM/2026 dan Nomor: 800.1.3.3/474/KPSDM/2026 tertanggal 19 Oktober 2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta Jabatan Pengawas (Eselon IV) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga etika profesi dan integritas bagi para pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, sumpah jabatan bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan janji moral yang dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.


"Ada etika sebagai pejabat yang harus diingat, sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan. Kita bekerja atas apa yang menjadi sumpah, bahwa kita bekerja tidak hanya disaksikan saat dilantik saja, tetapi disaksikan oleh Allah SWT," tegas Haerul Warisin.


Selain menekankan masalah etika, Bupati juga meminta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk konsisten menggelar apel pagi setiap hari kerja. Momen tersebut dinilai krusial bagi jajaran Eselon II untuk memberikan pembinaan, nasihat, serta arahan kepada jajaran bawahan agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) berjalan selaras tanpa tumpang-tindih.


"Itu pentingnya menjadi orang tua di kantor. Pejabat tidak diukur dari seberapa besar anggaran atau berapa banyak karyawannya, tetapi bagaimana ia memimpin instansi tersebut, menciptakan kenyamanan, meraih keberhasilan, serta memberikan saran dan wejangan kepada bawahan supaya tidak tumpang-tindih dalam melaksanakan tupoksi masing-masing," ujarnya.


Guna mengoptimalkan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi di tingkat kecamatan, Pemkab Lombok Timur juga merencanakan pembenahan infrastruktur fisik. Seluruh rumah dinas camat rencananya akan direhabilitasi untuk dialihfungsikan menjadi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta pusat pemungutan pajak daerah.


Bupati kembali mengingatkan seluruh jajaran ASN di Lombok Timur bahwa esensi utama dari jabatan publik adalah pengabdian kepada masyarakat.


"Ingat, kita adalah pelayan, dan saya tidak akan bosan mengingatkan masalah pelayanan ini. Setinggi apa pun jabatan kita kelak akan mati, namun sebagai pimpinan kita harus menjadi suri tauladan dan bekerja sesuai pedoman," pungkasnya.


Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur beserta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lantik 21 Pejabat Manajerial, Bupati Lombok Timur Tekankan Etika dan Kualitas Pelayanan Publik

Trending Now