![]() |
| Istighosah: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, (Foto: Istimewa/MP). |
Ibadah ini menjadi bentuk ikhtiar bersama serta wujud permohonan rahmat kepada Allah Swt. dalam menghadapi ancaman kekeringan dan krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para ASN di lingkungan Pemkab Lombok Timur. Bertindak sebagai imam salat Istisqo yakni TGH. Muhayyan, sementara khutbah disampaikan oleh TGH. Khusyairi.
Dalam arahannya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan bahwa salat Istisqo merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Sang Pencipta untuk memohon rahmat berupa air hujan yang mencukupi.
"Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan; bukan dengan kekuatan, tetapi dengan mengakui kelemahan di hadapan Allah Swt. Salah satu bagian utama dari hujan adalah rahmat dari Allah," ujar Haerul Warisin.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan musibah kekeringan ini sebagai momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak istigfar, serta merefleksikan hubungan manusia dengan Allah Swt., sesama, dan lingkungan sekitar. Landasan ini, menurutnya, sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10–11.
"Hari ini salat Istisqo. Mari kita memohon dengan hati yang bersih, dengan ketundukan, dan dengan mengakui kelemahan kepada Allah agar Allah semata menurunkan hujan sesuai yang diharapkan," ajaknya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa ketersediaan air sangat krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya sektor pertanian. Oleh karena itu, selain ikhtiar spiritual melalui istigfar dan sedekah, Pemkab Lombok Timur berkomitmen untuk terus mengambil langkah nyata guna membantu warga yang terdampak kekeringan.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak merusak hutan, menjaga sumber mata air, serta menghemat penggunaan air.
"Menjaga alam adalah bagian dari amanah," tegas Bupati.
Sejalan dengan pesan Bupati, TGH. Khusyairi dalam khutbahnya menyampaikan pentingnya kesabaran dan permohonan ampun ketika menghadapi ujian bencana. Ia menekankan bahwa muhasabah dan memperbanyak istigfar atas segala dosa merupakan jalan utama untuk meraih pertolongan Allah Swt.
Melalui pelaksanaan salat Istisqo ini, Pemkab Lombok Timur berharap masyarakat tidak hanya menantikan turunnya hujan, tetapi juga terus meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

