Ratusan warga dan simpatisan tumpah ruah memadati jalanan hingga area sekretariat panitia Pilkades untuk mengiringi pendaftaran bakal calon kepala desa, Lalu Herman Sugandi (LHS).
Dalam kontestasi Pilkades kali ini, figur yang akrab disapa LHS tersebut secara resmi membawa semangat perubahan melalui jargon utama: “Siap Meriri”. Dalam bahasa suku Sasak, meriri memiliki arti memperbaiki atau membenahi.
Aksi pengawalan massal dari para pendukung tersebut menjadi cerminan besarnya antusiasme dan harapan masyarakat terhadap sosok LHS untuk memimpin Desa Pringgabaya ke depan.
Menanggapi dukungan masif dari warga, Lalu Herman Sugandi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya. Ia menganggap kehadiran antusias masyarakat bukan sekadar formalidad pengawalan, melainkan dorongan moral yang sangat berarti.
“Kehadiran pendukung ini menjadi penyemangat bagi saya. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang kebersamaan dan harapan masyarakat untuk Pringgabaya,” kata LHS saat ditemui usai proses pendaftaran.
LHS kemudian membeberkan makna mendalam di balik tagline “Siap Meriri” yang ia usung. Ia menegaskan bahwa narasi perbaikan tersebut akan menjadi ruh pengabdiannya jika dipercaya memimpin desa.
“Melalui jargon ‘Meriri’, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki apa yang masih perlu dibenahi di desa kita. Meriri bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi semangat bersama untuk membangun Pringgabaya menjadi lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, LHS menggarisbawahi bahwa pembangunan dan perbaikan desa tidak bisa dibebankan kepada figur kepala desa seorang diri. Menurutnya, partisipasi aktif dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama kemajuan Pringgabaya.
“Upaya perbaikan membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat, tidak bisa hanya bergantung pada kepala desa semata,” tambahnya.
Dengan selesainya proses pendaftaran ini, Lalu Herman Sugandi resmi melangkah ke tahapan Pilkades Pringgabaya berikutnya. Mengusung identitas “Siap Meriri”, LHS menyatakan siap mengikuti seluruh rangkaian proses demokrasi tingkat desa dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

