Kapolda NTB Dinobatkan sebagai Pembina dan Penjaga Adat Sembalun

MandalikaPost.com
Senin, September 30, 2019 | 23.00 WIB Last Updated 2019-09-30T15:00:47Z
GELAR ADAT. Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menerima anugerah gelar adat sebagai "Pemban Wira Jagad Aji Bathara" di Sembalun, Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR - Kapolda NTB Irjen Pol Drs Nana Sudjana, dianugerahi gelar adat "Pemban Wira Jagad Aji Bathara" oleh Krama Adat Sembalun, Minggu (29/9) dalam rangkaian Gawe Adat Nalet Kahwa 2019, di Paseban Agung Batara Gunung, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana hadir dalam kegiatan tersebut beserta Ibu Bhayangkari dan jajarannya, Kapolres Lotim beserta Ibu Bayangkari dan jajarnnya, Dinas Pertanian NTB, pimpinan GM PT. PLN Bali-Nusra, Camat Sembalun, Kedesa Sembalun Bumbung, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Gelar adat Pemban Wira Jagad Aji Bathara sekaligus menobatkan Kapolda Nana Sudjana sebagai pembina dan penjaga adat Sembalun.

Secara harafiah, Pemban Wira Jagad Aji Bathara berarti Ksatria Pemelihara Semesta dan Kemuliaan Gunung.

Kapolda NTB yang diberikan amanah oleh Krama Adat Sembalun sebagai penjaga dan pembina adat Sembalun, selaras dengan tugas pokok Polri itu sendiri yakni, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, menjaga Kamtibmas dan penegakan hukum.

Acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Kapolda NTB ke jompo dan anak yatim yanga ada di Sembalun Bumbung dan penyerhan bibit kopi oleh GM PT. PLN Bali-Nusra yang diwakili Georgeus Adiputranto, ke para petani kopi yang ada di Sembalun Bumbung.

Acara yang diinisiasi oleh Budayawan NTB Paox Ibeng Mudaffar, yang ingin mengembalikan budaya menanam kopi (Kahwa) yang sudah dilakukan oleh nenek moyang orang Lombok, khususnya masyarakat Sembalun di tahun 1960 hingga 1970.

Namun karena perkembangan zaman budaya nanam kopi di sembalun sudah tidak menjadi teradisi lagi, disebabkan oleh beberapa faktor, yakni, terutama nilai ekonomisya sangat rendah, prosfeknya tidak menjanjikan.

Sehingga masyarakat sembalun menggantinya dengan tanaman lain seperti bawang putih dan sayur mayur lainnya.

Adapun jenis kopi Sembalun yang sudah dikenal oleh masyarakat Lombok maupun para pencinta kopi dari dulu hingga sekarang yakni, kopi Arabika.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia, Paox Ibeng, mengajak para stakeholders untuk meningkatkan energi kehidupan di tanah para wali ini.

"Adanya penganugerahan gelar adat kepada Kapolda NTB, untuk menjaga alam tanah Sembalun. Menjaga Gunung Rinjani dan ekosistem yang ada didalamnya agar tidak rusak karena Gunung Rinjani sebagai pasaknya bumi yang perlu dijaga," papar Paox Ibeng.

Ia mengatakan, akan terus melestarikan tradisi adat Sembalun sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat adat dengan tidak terpinggirkan oleh masyarakat pendatang.

"Kita terus mendorong masyarakat adat Sembalun, untuk meningkatkan sumberdaya manusia dan perekonomian masyarakat adat," katanya.

Kapolda NTB dan keluarga besar mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi atas penganugerahan gelar adat Sembalun tersebut.

"Ini suatu anugerah yang luar biasa buat saya dan keluarga besar Polda NTB. Atas penghargaan yang diberikan oleh Krama Adat Sembalun," kata Kapolda.

Kapolda Nana Sudjana mengatakan, penghargaan tersebut merupakan suatu amanah dari masyarakat yang harus dilaksanakan, dan akan memperhatikan Sembalun terkait dengan persoalan kemanan.

Karena Sembalun sebagai daerah Global Geopark yang harus dijaga dan kelola secara kebersamaan antara kepolisian khususnya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Korpopimda).

"Amanah ini yang harus saya laksanakan, dan wajib kita lestarikan dan jaga budaya leluhur jangan sampai punah," katanya.

Kapolda mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi kamtibmas yang dapat mendukung kehidupan dan kelestarian adat menuju NTB Gemilang.

"Mari kita semua, pemuda, pelajar, mahasiswa dan semua lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kamtibmas itu sendiri menuju NTB Gemilang," katanya.

Sementara itu GM PT PLN Bali-Nusra yang diwakili Georgeus Adiputranto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Program Corporate Social Responbility (CSR) dari PT PLN (Persero) pada tahun 2019.

Lewat program ini PLN melakukan program penghijauan lingkungan dengan memberikan bibit kopi kepada petani Sembalun.

Pemberian bantuan bibit kopi tersebut merupakan misi sosial dari PT PLN itu sendiri.

Dalam program bantuan berupa penghijauan lingkungan dengan menanam pohon kopi yang diupacarakan secara adat, PT PLN Bali-Nusra juga mengapresiasi kehadiran Kapolda NTB dalam mendukung kegiatan program tersebut.

"Kami mempunyai tanggung jawab sosial, dan diamanatkan oleh pemerintah untuk mengemban misi tanggungjawab sosialnya. Dalam program CSR PT PLN itu ada beberapa kategori, yakni pendidikan, kesehatan masyarakat, bantuan sarana dan prasarana umum, bantuan untuk penghijuan dan bencana alam," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat Sembalun menginginkan bibit Kopi. Di mana dulu kopi Sembalun kualitasnya diakui dunia terutama untuk varietas kopi Arabica.

"Keinginan masyarakat Sembalun, sangat cocok dengan program kita. Dan langsung kita tetapkan tempat penghijauan, sekitar lima ribu bibit kopi yang sudah siap kita salurkan ke masyarakat Sembalun yang tentunya siap tanam," katanya. MP/Rosyidin

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kapolda NTB Dinobatkan sebagai Pembina dan Penjaga Adat Sembalun

Trending Now