Diplomasi Sesiong Rumbuk, Om Rachmat dan Bang Zul Pastikan PDIP dan PKS dukung Djohan Sjamsu di Pilkada KLU

MandalikaPost.com
Sabtu, November 30, 2019 | 15.45 WIB Last Updated 2019-11-30T07:45:19Z
POLITIK MEJA MAKAN. Bang Zul dan Om Rachmat bersama Hj Putu Selly Andayani dan Raden Nuna Abriadi membahas calon kuat Pilkada KLU, sambil sarapan Sesiong Khas Rumbuk, di kediaman H Rachmat Hidayat.

MATARAM - Koalisi PDIP dan PKS terus dibangun dalam Pilkada Serentak 2020 di NTB.

Setelah memastikan mengusung Hj Putu Selly Andayani - H Abdul Manan untuk Pilkada Kota Mataram, kini muncul nama Djohan Sjamsu yang bakal didorong maju di Pilkada Lombok Utara.

Nama Djohan Sjamsu mencuat dalam obrolan dan diskusi ringan disela-sela sarapan pagi antara  Ketua PDIP NTB H Rachmat Hidayat bersama Gubernur NTB yang juga Ketua Pemenangan PKS untuk Pilkada di NTB, Dr H Zulkieflimansyah, Sabtu pagi (30/11) di kediaman Rachmat Hidayat di Panji Masyarakat 15, kawasan Panji Tilar, Kota Mataram.

Kedatangan Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, ke kediaman Om Rachmat, sapaan H Rachmat Hidayat, disambut pula oleh H Putu Selly Andayani, istri tercinta Om Rachmat yang juga Kepala Dinas Perdagangan NTB.

Turut hadir dalam pertemuan, Ketua DPC PDIP Kabupaten Lombok Utara, Raden Nuna Abriadi dan Sekretaris DPD PDIP NTB, Lalu Budi Suryata. Tak Lupa hadir , Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto yang kerap disapa didu.

Pertemuan dimulai dengan bincang santai soal pembangunan NTB, sambil menyantap "Sesiong", masakan Bebalung khas Rumbuk, Lombok Timur, dan Soto Ayam Kampung ala PM 15.

Nama Djohan Sjamsu muncul setelah bang Zul menanyakan tentang peta politik Pilkada di Lombok Utara.

Ketua DPC PDIP Lombok Utara, Raden Nuna Abriadi menggambarkan bahwa Pilkada Lombok Utara bakal diisi dengan pertarungan Petahana Dr H Najmul Akhyar, Bupati saat ini, dengan H Djohan Sjamsu.

Djohan merupakan mantan Bupati Lombok Utara sebelum zaman Najmul. Ia juga menjabat Ketua DPC PKB Lombok Utara saat ini.

"Nama-nama lain dan nama baru bisa saja muncul dalam Pilkada KLU, tapi pertarungan yang terjadi tetap milik dua orang tersebut yakni Najmul dan Djohan," urai Nuna.

Dari  masukan aspirasi publik saat ini, dukungan publik untuk Djohan Sjamsu semakin menguat. Dan diprediksi kuat Djohan Sjamsu akan melakukan revans kemenangan terhadap Petahana.

Pemaparan Nuna, dimatangkan oleh Om Rachmat. Politisi gaek PDIP kesayangan Megawati ini langsung to the point ; PDIP bakal mendukung Djohan Sjamsu untuk Pilkada Lombok Utara.

"Kita sudah bulat, untuk KLU dukungan ke Djohan Sjamsu sebagai calon Bupati. Ini dari aspirasi masyarakat," katanya.

Om Rachmat menegaskan, dukungan PDIP untuk Djohan Sjamsu juga dilakukan tanpa mahar politik.

Gayung bersambut, mewakili PKS, Bang Zul mengapresiasi keputusan PDIP tersebut. PKS pun turut mengamini dukungan untuk Djohan Sjamsu.

Menurut Zul, PKS  siap  mendukung Djohan Sjamsu di Pilkada Lombok Utara seperti PDIP.

"Tentu kami PKS juga akan ikut mendukung jagonya PDIP untuk KLU, pak Djohan Sjamsu," kata bang Zul.

Hanya saja, untuk figur pendamping Djohan sebagai calon Wakil Bupati belum diputuskan. PDIP dan PKS akan menyaring dan memastikan siapa pendamping Djohan, dalam waktu dekat ini. Dan Hal tersebut menjadi tugas utama  Raden Nuna untuk memastikan dan mengkomunikan  posisioning calon Wakil Bupati KLU.

Bahkan Bang Zul mengajak Ketua DPD PDIP NTB untuk bersilaturahmi menemui Djohan Sjamsu di KLU minggu depan. " Nanti saya dan Kak Tuan Rachmat yang menemui Pak Djohan untuk silaturahmi," kata Bang Zul.

Om Rachmat juga sudah berkomunikasi dengan Djohan Sjamsu melalui sambungan telepon. Koalisi PDIP, PKS dan PKB diharapkan semakin menguatkan posisi Djohan di Lombok Utara.

Sebaliknya Ketua DPD PDIP NTB itu berharap Djohan Sjamsu sebagai Ketua DPC PKB KLU bisa mengkomunikasikan agar PKB kota Mataram mendukung pasangan Selly-Manan untuk Kota Mataram.

Sementara untuk Pilkada Sumbawa, PDIP sudah pasti mendukung kader partai, petahana Bupati Sumbawa H Husni Djibril. PKS akan mendukung pula, dan bakal menempatkan Hj Novi sebagai calon Wakil Bupatinya.

Dalam perbincangan, Om Rachmat dan Bang Zul  menekankan, paket pasangan calon dari koalisi PDIP-PKS akan diupayakan deklarasi serentak bersamaan dengan deklarasi Selly-Manan untuk Mataram, pada 1 Januari 2020 mendatang.

"Ini kekuatan power sharing yang harus terus dibangun ke depan demi kebaikan bersama ," tegas Om Rachmat yang diamini Bang Zul.

Bang Zul Minta Pasar Murah Selly Dilanjutkan

Usai membicarakan peta politik KLU dan Sumbawa, bang Zul sebagai Gubernur NTB meminta Kadis Perdagangan Hj Putu Selly Andayani untuk meneruskan program Pasar Murah Dinas Perdagangan NTB.

"Bu Selly, Pasar murah diteruskan saja, karena apresiasi dari masyarakat sangat bagus. Terutama di Mataram,  terus dilanjutkan saja ," pesan Bang Zul sesaat sebelum pamitan pulang  karena masih ada acara dengan Mantan Panglima TNI, Jendral  (Purn) Moeldoko.

Menurut Bang Zul , kiprah pasar murah dan kinerja Selly selama ini juga terus diatensi dan diapresiasi oleh Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Sementara Selly menyampaikan, selain Kota Mataram pasar murah juga mulai dilaksanakan di Sumbawa dan Sumbawa Barat dalam rangka HUT NTB ke 61 , 17 Desember 1958 - 17 Desember 2019 mendatang .

Konstalasi politik menjelang Pilkada Serentak di tujuh Kabupaten/Kota wilayah Provinsi NTB terus berubah menyusul pertemuan-pertemuan intens PDIP dan PKS.

Ibarat gerai Indomaret dan Alfamart yang selalu berdampingan. PDIP dan PKS nampaknya tidak akan pernah jauh dan senantiasa berdampingan dalam menyatukan dukungan disemua Pilkada Serentak 2020 di NTB. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diplomasi Sesiong Rumbuk, Om Rachmat dan Bang Zul Pastikan PDIP dan PKS dukung Djohan Sjamsu di Pilkada KLU

Trending Now