Persekutuan Gereja Indonesia Gelar Sidang di Lombok Bahas Ekologi dan Kebangsaan

MandalikaPost.com
Selasa, Februari 04, 2020 | 14.39 WIB Last Updated 2020-02-04T18:13:39Z
SIDANG PGI. Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Ketua PGI Pdt Dr Bambang Widjaja memukul gendang beleq pembuka sidang PGI, Senin malam (3/2) di Hotel Aruna Senggigi.

LOMBOK BARAT - Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) menggelar sidang raya nasional pertama 2020, 3-6 Februari, di Hotel Aruna Senggigi, kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

Sidang dipimpin Ketua Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom dan Sekretaris Umum Pendeta Jacky Manuputty, sidang PGI membahas empat point penting.

Dua diantaranya adalah krisis ekologi dan krisis kebangsaan di Indonesia. Serta dua lainnya krisis keesaan Gereja dan krisis digital.

"Ini sidang pertama tahun ini, setelah November tahun lalu diselenggarakan di Sumba, NTT. Sidang ini dikuti 265 orang pendeta dari seluruh Provinsi di Indonesia. Selain membahas empat issue strategis itu, sidang juga membahas anggaran dan program lima tahun ke depan," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Maureen Grace Wenas, Selasa (4/2) di Senggigi, Lombok Barat.

Karena issue yang diangkat tentang ekologi, Selasa pagi (4/2) kegiatan pertama diisi dengan beach clean up di kawasan pantai Senggigi, Lombok Barat.

Kegiatan beach clean up dihadiri Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah dan ketua PKK NTB Niken Saptarini Zulkieflimansyah dan anggota organisasi perempuan di NTB.

"PGI sangat concern dengan ekologi dan mendukung program Zero Waste yang dicanangkan Pemprov NTB. Sehingga kegiatan beach clean up ini menjadi rangkaian pembuka sidang PGI tahun ini di Lombok," kata Maureen.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi dipilihnya Lombok sebagai lokasi kegiatan PGI.

Ia mengatakan, program NTB Zero Waste terus didorong untuk mendukung kepariwisataan yang menjadi sektor andalan NTB.

"Selain menggalakan kegiatan bersih-bersih, kami di NTB juga melakukan pengelolaan sampah dengan program Bank Sampah dan juga proses daur ulang serta pembuatan pupuk organik," katanya.

Menurutnya, saat ini hal yang masih menjadi tantangan adalah mengubah mindset masyarakat tentang sampah.

Rohmi bersyukur, panitia sidang MPL PGI sudah ikut mendukung dengan melakukan kegiatan beach clean up di Senggigi.

GM Aruna Senggigi, Weni Kristanti mengatakan, selama kegiatan berlangsung hotel meminimalisir penggunaan plastik.

"Jadi para peserta menggunakan tumbler yang dibawa sendiri," katanya.

Manajemen Aruna juga melibatkan karyawan dan karyawati dalam kegiatan beach clean up di Senggigi.

Sidang MPL PGI 2020 resmi dibuka Senin malam (3/2) dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Gubernur Zulkieflimansyah berharap para pendeta PGI bisa menikmati keindahan Lombok, NTB, selama kegaiatan berlangsung.

Zulkieflimansyah mengatakan, sebagai pimpinan umat para pendeta juga harus melihat lapangan, mengeksplore keindahan yang bisa dibagikan pada umat nantinya.

"Anda tidak mungkin menulis keindahan Indonesia kalau anda duduk dalam ruangan, tugas para pendeta di zaman sekarang adalah datang mengunjungi lautan, melihat keindahan eksotisme alam, kemudian mendistribusikan harapan yang indah kepada seluruh umat dan masyarakat kita di Indonesia," kata Gubernur Zul.

Sementara itu, Ketua PGI, Pdt. Dr. Bambang Widjaja mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB atas keramahtamahan yang diberikan pada peserta Sidang tersebut.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur dan Forkopimda atas sambutannya bagi kami para peserta MPL-PGI di Pulau yang dikenal dengan julukan pulau Seribu Masjid ini," kata Pdt. Bambang.

Bambang menjelaskan, sidang PGI di Lombok  mengangkat tema "Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja, Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil, dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Barlandaskan Pancasila dan UUD1945".

"Melalui sidang ini, PGI ingin menekankan bahwa perbedaan suku, ras, budaya dan perbedaan agama tidak boleh menjadi pemisah sebagai sesama anak bangsa," kata Bambang. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Persekutuan Gereja Indonesia Gelar Sidang di Lombok Bahas Ekologi dan Kebangsaan

Trending Now