Iklan BNS

Wisatawan, Pelaku Wisata di Gili Trawangan Dukung Kebijakan Pemprov NTB Antisipasi Covid-19

MandalikaPost.com
Jumat, Maret 20 | 20.07 WIB
PERIKSA SUHU. Petugas KKP Mataram memeriksa suhu tubuh wisatawan yang hendak ke Gili Trawangan, di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. 

LOMBOK UTARA - Pelaku wisata di Gili Trawangan, Lombok Utara mendukung upaya dan kebijakan Pemprov NTB dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Mereka juga terus saling mendukung dan berharap wabah Covid-19 tidak masuk ke wilayah NTB, dan pandemi global ini segera berlalu.

"Ya kami setuju dan mendukung upaya Pemprov NTB dan Pemda Lombok Utara untuk memperketat akses ke Gili menjadi satu pintu melalui (Pelabuhan) Bangsal. Karena dengan begitu pemeriksaan kesehatan wisatawan yang masuk ke Gili bisa lebih maksimal dilakukan," kata GM Black Penny Villas Gili Trawangan, Ahmad, Jumat (20/3) di Gili Trawangan, Lombok Utara.

Menurutnya, saat ini informasi terkait pengetatan akses masuk hanya melalui Bangsal sudah diterima dan dipahami baik di Gili Trawangan, Air dan Meno.

Kondisi angka kunjungan wisatawan di kawasan Gili, diakuinya memang sangat menurun drastis. Hal ini disebabkan pandemi global Covid-19 yang menyebabkan sejumlah negara terpapar melakukan pembatasan bepergian untuk warga negaranya, travel ban dan lockdown.

BACA JUGA : Bertahan Tinggal, Wisatawan Ini Sebarkan Berita Baik Tentang Gili Trawangan

Ahmad mengatakan, secara general sejumlah negara-negara Eropa, Amerika dan Australia memang menjadi penyuplai angka kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan selama ini.

"Jadi sebenarnya kondisi sepi (di Gili Trawangan) ini bukan karena penutupan akses kapal cepat dari Bali, dan pengetatan satu pintu melalui Bangsal. Tapi memang kondisi sepi karena memang ada beberapa negara yang melakukan lockdown, dan kebetulan negara-negara ini yang suplai wisatawan ke Gili, seperti dari sebagian Eropa, Amerika, dan Australia," kata Ahmad.

Ia mengatakan, kebijakan pengetatan akses masuk destinasi wisata di kawasan merupakan kebijakan yang sudah tepat. Dampak kebijakan tersebut juga tak bisa serta merta disebut sebagai penyebab sepinya kunjungan ke Gili.

"Kalau secara mikro kita melihatnya, ya jelas (kebijakan) ini merugikan. Tapi kan pariwisata kita bicara makro, pariwisata kan dipengaruhi kebijakan makro, kalau negara-negara penyuplai banyak yang travel ban, ya mau bebas dibuka pun destinasi kita tetap sepi, karena memang yang datang nggak ada," katanya.

Menyikapi kondisi ini, sejumlah pelaku wisata di kawasan Gili akan menunggu hingga wabah corona ini mereda.

Menurutnya, pelaku wisata di kawasan Gili juga sudah mulai berusaha beradaptasi dan merancang skema-skema tindakan untuk menghadapi musim sepi tamu ini.

Antara lain dengan memberikan kemudahan penundaan atau postpone liburan di Gili bagi tamu-tamu yang sudah booking.

"Jadi misalnya mereka sudah booking untuk bulan-bulan ini tapi tidak bisa datang. Kita postpone ke waktu selanjutnya dengan harga yang sama. Sehingga tidak ada pembatalan, tapi postpone penundaan," katanya.

Ahmad mengatakan, meski jumlahnya menurun, tapi masih ada tamu yang memilih berlibur dan bertahan menghabiskan liburannya di Gili.

Beberapa wisatawan mancanegara juga mengaku merasa lebih aman dan nyaman berada di Gili Trawangan, Air dan Meno, saat ini, ketimbang mereka harus melakukan perjalanan pulang menuju negara asalnya.

Salah seorang wisatawan asal Afrika Selatan, Anelis mengaku sudah berlibur di Indonesia, khususnya di Gili Trawangan.

"Saya lebih nyaman di Gili. Gili ini sangat indah," katanya.

Anelis mengatakan, kebanyakan orang memang lebih banyak berpikir negatif dan akhirnya bersikap panik dan paranoid menghadapi wabah pademi Covid-19 ini.

Tapi ia memberikan motivasi agar masyarakat tidak terlalu panik karena penanganan Covid-19 sudah dilakukan maksimal secara global.

Anelis mengajak para wisatawan yang ada di Gili Trawangan untuk bisa menikmati keindahan pulau eksotis itu selama berlibur.

Ia juga mengajak semua untuk berpikiran positif dan memikirkan hal-hal yang baik dan indah. Sebab kepanikan dan ketakutan hanya disebabkan oleh pikiran sendiri.

"Sekarang pilihan ada pada anda. Apakah hanya fokus memikirkan corona, penyebarannya dan orang-orang yang kesakitan. Atau berfokus pada hal yang menyenangkan dan keindahan di pulau ini," katanya. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wisatawan, Pelaku Wisata di Gili Trawangan Dukung Kebijakan Pemprov NTB Antisipasi Covid-19

Trending Now

Iklan