Iklan

Masih Ada Sebanyak 1.922 OTG yang Harus Uji Swab di NTB

MandalikaPost.com
Minggu, Mei 17, 2020 | 21:15 WIB Last Updated 2020-05-17T14:15:57Z
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi.

MATARAM - Pertumbuhan kasus positif corona di Provinsi NTB terus menunjukan trend yang menurun setiap pekan. Sementara angka kesembuhan terus meningkat.

Pada periode Senin, 11 Mei - Minggu, 17 Mei 2020, total jumlah swab yang diuji sebanyak 1.323 swab, dengan hasil 40 kasus positif baru, dan 126 orang sembuh dari corona. Angka positif baru rata-rata 5 kasus per hari dalam periode ini, dengan angka kesembuhan rata-rata mencapai 18 orang perhari.

Trend pekan ini lebih baik dari pekan sebelumnya pada periode Senin 4 Mei - Minggu 10 Mei 2020, di mana total jumlah swab yang diuji sebanyak 1.030, dengan hasil 63 kasus positif baru dan 63 orang sembuh dari corona. Angka positif baru rata-rata 9 orang perhari dalam periode tersebut dengan angka kesembuhan rata-rata juga 9 orang perhari.

Data Covid-19 NTB Periode 4-10 Mei dan 11-17 Mei 2020. (Sumber: MandalikaPost.com diolah dari Data Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB)

Secara komulatif hingga Minggu 17 Mei 2020, kasus positif corona di NTB tercatat sebanyak 371 kasus, di mana 232 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dari corona.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, prosentase angka kesembuhan dari corona di NTB saat ini sudah mencapai 60 persen. Di mana yang sembuh sudah lebih banyak dari yang masih dirawat karena corona.

"Di NTB saat ini jumlah yang sembuh sudah jauh lebih banyak dari yang masih dirawat. Per hari ini, jumlah kasus 371, di mana yang sembuh 232 orang, dan yang masih dirawat di RS rujukan maupun di fasilitas isolasi terpadu tinggal 132 orang," kata Eka, melalui siaran video Dinas Kominfotik NTB, Minggu (17/5) di Mataram.

Ia memaparkan, secara komulatif sejak Februari hingga saat ini tercatat sebanyak 4.870 Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari jumlah tersebut sebanyak 2.948 sudah selesai pengawasan, dan masih ada sebanyak 1.922 OTG yang masih harus dilakukan Rapid Test dan Uji Swab.

"Untuk OTG saat ini tercatat masih 1.922 orang yang masih dalam pengawasan, dan masih menunggu Rapid Test dan Uji Swab,"  katanya.


Eka menjelaskan, OTG merupakan hasil contact tracing yang memiliki kontak erat dengan pasien positif corona, namun tanpa gejala. Kepada mereka akan dilakukan Rapid Test sebanyak dua kali, dan juga uji sample swab sebanyak dua kali.

"Jadi uji swab harus dua kali, karena pelajaran dari kasus sebelumnya ada yang hasil pertama negatif tapi hasil kedua positif. Jadi uji swab dua kali harus kita lakukan untuk memastikan NTB bebas dari corona," kata Eka.

Selain itu, hingga saat ini dari sebanyak 5.355 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tercatat komulatif sejak Februari, sebanyak 5.091 sudah melewati masa pemantauan dan isolasi diri. Sisanya masih sebanyak 264 ODP yang harus menjalani pemeriksaan Rapid Test.

Eka menjelaskan, ODP merupakan orang yang memiliki riwayat perjalanan ke wilayah zona merah dari sebuah klaster.

"ODP juga harus dilakukan rapid test dua kali, kalau reaktif maka akan dilanjutkan ke uji swab," katanya.

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB, penyebaran 1.922 OTG di NTB hingga Minggu (17/5) terdiri dari Kota Mataram 45 orang, Lombok Barat 110 orang, Lombok Tengah 124 orang, Lombok Utara 324 orang, Lombok Timur 161 orang, Sumbawa Barat 11 orang, Sumbawa 115 orang, Dompu 720 orang, dan Kabupaten Bima 307 orang.

Sementara untuk 264 ODP tersebar di Kota Mataram 50 orang, Lombok Barat 25 orang, Lombok Utara 14 orang, Lombok Tengah 65 orang, Lombok Timur 63 orang Sumbawa Barat 3 orang, Sumbawa 5 orang, Dompu 25 orang, Kabupaten Bima 8 orang, dan Kota Bima 6 orang.

Atensi Untuk Klaster Magetan

Kadikes NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengimbau masyarakat, para orangtua yang anaknya baru pulang dari Magetan untuk membantu memeriksakan anak-anaknya ke Puskesmas terdekat, atau melaporkan ke Satuan Gugus Tugas di wilayah terdekat.

Sebab, dari enam kasus positif baru yang tercatat pada Minggu (17/5), lima diantaranya berasal dari klaster Magetan.

"5 kasus baru hari ini adalah anak remaja yang pulang dari pendidikannya di Magetan. Kami minta orangtua yang anak-anaknya baru pulang dari Magetan untuk memeriksakan diri, agar memastikan kesehatan anaknya," katanya.

Menurutnya, klaster Magetan merupakan salah satu klaster yang juga menyumbang angka positif corona cukup banyak secara nasional, termasuk di wilayah NTB.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Masih Ada Sebanyak 1.922 OTG yang Harus Uji Swab di NTB

Trending Now

Iklan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, 

pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online