Iklan Yamaha

Pemkot Mataram Siap Dukung NTB Zero Waste

MandalikaPost.com
Senin, Februari 22, 2021 | 16:20 WIB Last Updated 2021-02-22T08:20:57Z
Wakil Gubernur NTB DR Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Walikota Mataram Terpilih H Mohan Roliskana dan PLH Walikota Mataram H Effendi Eko Saswito usai pertemuan di pendopo Wagub NTB.


MATARAM - Pemkot Mataram mengapresiasi atensi Pemprov NTB untuk penanganan sampah di Kota Mataram. 

Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah mengundang Walikota Mataram terpilih, H Mohan Roliskana dan jajaran untuk membahas masalah pengelolaan sampah di Ibukota NTB.


Mohan hadir bersama PLH Walikota dan jajaran Pemkot Mataram, sementara mendampingi Wagub Rohmi, turut hadir Assisten II H Ridwansyah, Assisten I Hj Baiq Eva Nur Cahyaningsih, dan Kadis LHK NTB H Madani Mukarom.


Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Walikota Mataram terpilih H Mohan Roliskana untuk mendiskusikan masalah penanganan sampah di Kota Mataram.


Rohmi mengakui sudah banyak yang dilakukan Pemkot Mataram. Namun dengan kolaborasi bersama Pemprov diharapkan masalah sampah di ibukota NTB ini bisa maksimal terselesaikan.


"Dari data yang ada sudah banyak yang dilakukan Kota Mataram. Kota Mataram juga sudah punya LISAN (Lingkungan dengan Sampah Nihil). Penanganan sudah 60 sampai 70 persen. Cuma pengurangan yang masih harus kita masifkan," kata Wagub Rohmi.


Rohmi mengatakan, meski penanganan sampah di Kota Mataram sudah cukup baik, namun sampah yang tidak tertangani masih berkisar 19,8 persen hingga 27 persen. 


"Tapi yang tidak tertangani ini yang tercecer di etalase Kota Mataram, di jalan-jalan dan tiap saat dilihat masyarakat. Ini yang harus kita tangani bersama," katanya.


Program LISAN di Kota Mataram yang berbasis lingkungan, papar dia, sudah sejalan dengan Zero Waste sehingga Pemprov akan mensupport ke depan. Paradigma pengelolaan sampah dari hulu ditingkat pilah dan pilih sampah rumah tangga di tingkat lingkungan harus masif dilakukan, sementara pengelolaan di hilir juga dipersiapkan dengan baik.


Hilirisasi dilakukan agar masyarakat mengerti nilai ekonomis sampah, sehingga lebih banyak pihak yang akan peduli dan mau mengelolanya.


"Kita kampayekan terus agar bisa dipilah dari sumber sampahnya. Harus benar-benar gerakan Kepala Lingkungan. Seperti di (Kelurahan) Mataram Barat, itu paradigma yang kita inginkan," ujar Rohmi.


Wagub Rohmi mengatakan, Konsep Walikota Mataram terpilih H Mohan Roliskana sangat bagus, bahkan target dalam jangka pendek akan menyelesaikan masalah sampah. 


"Sehingga Kota Mataram sefrekwensi dengan Pemprov untuk menyelesaikan masalah sampah di Kota Mataram yang kita cintai ini," katanya.


Menurutnya, apa yang dilakukan Pemprov NTB tidak sebanding dengan yang sudah dilakukan Pemkot Mataram. Namun Pemprov akan mensupport ke depan.


"Provinsi sangat siap selesaikan masalah sampah utamanya di etalase. Yang harus kita tangani bersama adalah sampah di etalase seperti jalan, bagaimana agar tidak ada lagi TPS di pinggir jalan. Pasar terlihat bersih, perkantoran, Rumah Sakit, terminal dan lainnya. Tinggal perlu stressing saja ke depan," katanya.


Walikota Mataram terpilih H Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi untuk kesempatan silaturahim dan diskusi bersama Wagub NTB berkaitan dengan masalah sampah di Kota Mataram.


Mohan mengatakan, masalah penanganan sampah saat ini memang menjadi isu utama di Kota Mataram. Apalagi Kota Mataram memang ibukota NTB yang menjadi etalase Provinsi NTB.


"Yang disampaikan bu Wagub berkaitan data dan kondisi Kota, sampah memang menjadi isu utama saat ini. Karena memang sebagai etalase, Kota ini harus tetap bersih dan nyaman, tidak ada polusi mata dan polusi hidung. Saya sampaikan bahwa target utama saya pasca dilantik InsyaAllah akan tangani sampah secara masif," kata Mohan.


Mohan mengungkapkan, penumpukan sampah yang masih terlihat di beberapa sudut Kota Mataram disebabkan masalah teknis, keterbatasan sarana dan prasarana.


"Luasan Kota dan volume sampah ini tidak sebanding dengan armada kita masih belum ideal jumlahnya. Alat berat pun sangat terbatas. Eskavator mini baru satu unit, ini  melayani hampir 21 TPS yang ada," katanya.


Menurut Mohan, peraturan tentang sistem pembiayaan BBM juga menjadi kendala. Setiap unit armada truk pengangkut yang ada akhirnya hanya bisa mengangkut sekali dalam sehari.


Namun, papar dia, untuk memperkuat program penanganan sampah di Kota Mataram pihaknya sudah mendesain skenario yang akan dilakukan ke depan.


Salah satunya adalah adanya kebijakan fiskal yang lebih dominan kepada OPD yang menangani msalah ini.


"Sebab percuma, Kepala Dinas berkreativitas tetapi nggak ada anggaran. Akhirnya yang dikerjakan hanya kegiatan rutin karena inovasi dan terobosan terbentur anggaran. Sehingga ke depan porsi anggaran akan kita maksimalkan untuk Dinas LH," katanya.


Mohan menegaskan, ia juga sudah berkomunikasi dengan fraksi yang ada di DPRD Kota Mataram agar ada semangat kolektif dalam penanganan sampah di Kota Mataram.


"Rata-rata pokor yang dikelola teman-teman dewan ini Rp1,8 Miliar hingga Rp2 Miliar. Kami minta paling tidak untuk satu tahun saja pokir ini dimaksimalkan untuk masalah sampah. Saya sampaikan kita keroyok ramai-ramai urusan sampah ini dan mereka menyambut baik," katanya.


Dijumpai usai pertemuan, Mohan mengakui pertemuan khusus dengan Pemprov NTB membahas persoalan sampah ini memang baru pertama kali dilakukan. Namun ia berharap ini menjadi awal yang baik untuk bersama mengatasi masalah sampah di Kota Mataram dan NTB secara umum.


"Iya baru pertama kali. Tapi semoga jadi awal yang baik ya," katanya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemkot Mataram Siap Dukung NTB Zero Waste

Trending Now

Iklan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, 

pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online