Percepatan Vaksinasi Covid-19 untuk Nakes Terus Dilakukan di Kota Mataram

MandalikaPost.com
Rabu, Februari 10, 2021 | 21.35 WIB Last Updated 2021-02-10T13:35:26Z
Direktur RSUD Kota Mataram, dr H Lalu Herman Mahaputra. (Foto: Courtesy Duta Selaparang)

MATARAM - Percepatan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan di Kota Mataram terus dilakukan. Pekan ini setidaknya 1.100 orang nakes menerima vaksinasi tahap II. 


RSUD Kota Mataram menargetkan program vaksinasi untuk Nakes akan tuntas pada 15 Februari mendatang. 


Kegiatan vaksinisasi nakes sendiri dimulai pada 1 Februari 2021, dengan melibatkan sekitar 15 orang petugas, dengan target pemberian vaksin sehari sekitar 100 orang.


"Alhamdulillah, untuk tahap I sudah 1.100 nakes divaksinasi. Dan untuk tahap II sejauh ini, sudah mencapai angka kisaran 70 persen lebih, dari total 1.100 vaksin yang kita siapkan," kata Direktur RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra Rabu (10/2) di Mataram.


Pria yang akrab disapa Dokter Jack ini menjelaskan, ketersedian dosis vaksin Covid-19, sejauh ini tidak ada masalah. Pendistribusian vaksin sudah diterima sesuai kebutuhan.


"Vaksin kita aman, dan stoknya endak ada masalah," ujarnya.


Menurutnya, jumlah Nakes di Kota Mataram sekitar 7.000 orang. Dengan vaksinasi dua tahap yang dilakukan diharapkan sekitar 3.000 Nakes bisa menerima vaksin.


"Setidaknya para nakes yang sudah vaksin ini bisa menjadi bumper, karena mereka lah ujung tombak kita melawan Covid-19," tukasnya.


Dokter Jack mengatakan, pemberian vaksin Covid-19 sebagai salah satu upaya menekan angka penularan tapi tidak bisa menjamin masyarakat yang sudah divaksin tidak terpapar Covid-19.


Sebab, fungsi vaksin Covid-19, justru lebih pada menambah imunitas tubuh. 


"Disinilah, protokol kesehatan harus tetap menjadi hal utama sebab tidak ada jaminan setelah divaksin tidak terpapar Covid-19. Apalagi vaksin Covid-19 ini baru pertama kali," tegasnya.


Ia mengungkapkan, dari hasil kajian efikasi pencegahan Covid-19 melalui vaksin sekitar 65,3 persen. Sehingga, sisanya adalah penerapan disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui gerakan 5M (masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan).


"Tapi, kalau yang sudah divaksin terpapar Covid-19 risikonya tidak terlalu berat. Sebaliknya, jika tidak divaksin maka potensi terpapar dan risiko besar," ucap Dokter Jack.


Ia mengimbau agar masyarakat di Kota Mataram dan seluruh wilayah NTB tidak takut divaksin, sebab vaksin itu dapat menekan penyebaran Covid-19.


"Bagi saya vaksin Covid-19, wajib. Apalagi vaksin itu sudah melalui tiga kali uji klinis dan dapat pengesahan dari Balai POM. Belum lagi, vaksin Sinovac juga telah mengantongi label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," tandas Dokter Jack. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Percepatan Vaksinasi Covid-19 untuk Nakes Terus Dilakukan di Kota Mataram

Trending Now