Sains dan Spiritualitas. ITSKes Muhammadiyah Selong Ajak Umat Maknai Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Rosyidin S
Selasa, Maret 03, 2026 | 17.21 WIB Last Updated 2026-03-03T09:32:37Z
Ilustrasi: Gambar gerhana bulan total, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Fenomena alam spektakuler Gerhana Bulan Total (GBT) diprediksi akan melintasi seluruh wilayah Indonesia mulai dari awal fase pukul 16.50 WIB atau 17.50. WITA hingga berakhirnya fenomena tersebut pukul 21.17. WITA pada hari ini, Selasa (3/3/2026).


Menanggapi peristiwa astronomis yang langka ini, Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong bersama Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Selong mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai sarana mempertebal keimanan dan literasi sains.


Rektor ITSKes Muhammadiyah Selong, Dr. H. Moh. Juhad, M.AP, menyampaikan bahwa gerhana kali ini sangat istimewa karena durasi dan cakupannya yang menyelimuti seluruh zona waktu di Indonesia, mulai dari WIB, WITA, hingga WIT.


Menurut Dr. Juhad, ketepatan waktu terjadinya gerhana merupakan bukti nyata keunggulan metode hisab yang digunakan Muhammadiyah. Melalui Kalender Global Tunggal, perhitungan benda-benda langit dapat diprediksi dengan akurasi yang sangat tinggi bahkan bertahun-tahun sebelumnya.


"Gerhana bukan sekadar fenomena optik saat posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, tetapi juga pengingat akan keteraturan alam semesta yang luar biasa. Alam semesta bekerja dengan hukum yang presisi, dan tugas kita sebagai insan akademis adalah membacanya dengan kacamata ilmu pengetahuan dan iman," ujar Dr. Juhad.


Beliau juga menekankan pentingnya meninggalkan mitos-mitos lama yang sering mengaitkan gerhana dengan bala atau kesialan.


"Kita ingin memperkuat literasi sains masyarakat sekaligus mempertebal rasa syukur atas kebesaran Sang Pencipta," tambahnya.


Senada dengan Rektor, Direktur Pondok Pesantren MBS Selong, TGH. Arhandika Rahman, Lc, menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, gerhana adalah murni tanda kebesaran Allah SWT yang seharusnya direspons dengan ibadah, bukan ketakutan akan takhayul.


Tuan Guru Arhandika meluruskan anggapan keliru yang sering muncul di masyarakat, seperti mengaitkan gerhana dengan kelahiran atau kematian seseorang. Beliau merujuk pada peristiwa wafatnya putra Nabi Muhammad SAW, Ibrahim, yang kebetulan bersamaan dengan gerhana.


"Agar kejadian ini jangan dijadikan mitos, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai gerhana itu selesai. Ini Hadist Shoheh Riwayat Bukhari dan Muslim," jelas TGH. Arhandika.


Sebagai panduan bagi warga Muhammadiyah dan umat Muslim secara umum, TGH. Arhandika menjelaskan tata cara Salat Gerhana yang memiliki kekhasan tersendiri, yaitu dilakukan dalam dua rakaat namun dengan empat kali ruku' dan empat kali berdiri.


"Intinya adalah kekhusyukan. Kita membaca surah yang panjang, ruku' yang lama, kemudian bangkit lagi untuk membaca surah sebelum ruku' kedua di rakaat yang sama. Ini adalah sunnah yang harus kita hidupkan kembali di tengah masyarakat," tuturnya.


Pihak MBS Selong sendiri berencana menggelar salat berjamaah tepat pada puncak gerhana yang diperkirakan terjadi pada pukul 21.17 WITA.


Masyarakat diimbau untuk tidak melewatkan momen ini, mengingat waktu salat hanya berlaku selama gerhana berlangsung, mulai dari awal fase (17.50 WITA) hingga berakhirnya fenomena tersebut.


Penjelasan dari kedua tokoh pendidikan ini diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat di Gumi Patuh Karya dan sekitarnya agar dapat menikmati fenomena Blood Moon malam nanti dengan sikap yang bijak, mengamati secara edukatif, menjauhi mistis, dan bersujud dalam syukur.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sains dan Spiritualitas. ITSKes Muhammadiyah Selong Ajak Umat Maknai Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Trending Now