Iklan Yamaha

Ratusan Pelaku Wisata di Kaki Gunung Rinjani Terima Vaksinasi

Rosyidin
Sabtu, Juni 5 | 10.45 WIB
Vaksinasi bagi pelaku wisata di Sembalun, Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR - Dalam rangka percepatan vaksinasi di NTB, Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar vaksinasi bagi 500 orang pelaku pariwisata yang ada di Sembalun, Lombok Timur, Jumat (4/6) di gedung serba guna Kantor Camat Sembalun.


Kegiatan dipantau langsung oleh, Kombes Pol Imam Tobroni Dokter Kesehatan (Dokes) Polda NTB, Kapolres Lotim, Dikes NTB, Dikes Lotim, Kapolsek Sembalun, Koramil 1615 Sembalun, Camat Sembalun dan Kapus Sembalun. 


Kegiatan vaksinasi ini, merupakan Kick Off terhadap kegiatan untuk Green Zone ke empat destinasi wisata yang ada di NTB yakni Sembalun, Gili, Mandalika dan Samota di Sumbawa. 


Green Zone ini diawali dari Sembalun dengan konsepnya adalah, suatu daerah itu tetap hijau bila dilakukan vaksinasi minimal 70 persen. Tapi Konsep dari Dispar itu 75 persen untuk dilakukan vaksinasi. 


"Ketika ini kita tetapkan sebagai green zoon, tentunya sustainableitinya. Dari sisi screening kemudian selain vaksinasi termasuk menjalankan protokol kesehatan, itu sangat penting", jelas dr Lalu Hamzi Fikri, Kepala  Dikes NTB.


Dikes NTB bersama instansi terkait, ingin mendorong progeram green zone ini tentunya memberi rasa aman terutama kepara pengujungnya yang masuk ke  Sembalun dari aspek kesehatannya, kemudian tentunya juga dari aspek ekonomi. 


"Tujuannya kita di Provinsi NTB, bagaimana konsep aman dan produktif itu harus beriringan. Alhamdulillah dari teman-teman Dispar menginisiasi green zone di Sembalun ini," kata Hamzi. 


Dikes provinsi NTB lanjutnya, sangat mendukung program tersebut. Karena bagian dari program Kemenkes RI, bagaimana supaya untuk melakukan percepatan vaksinasi, sementara terget vaksinasi di NTB itu 70 persen dari penduduk NTB. 


"Target kita di NTB untuk herd immunity, paling tidak 70 persen dari penduduk NTB.  Untuk saat ini dari tenaga kesehatan sudah selesai 100 persen lebih, kemudian lansia juga Alhamdullillah progres kita positif masih dalam koridor pelayan publik kita juga dorong. Termasuk didalamnya adalah pelaku wisata dan pendukungnya," papar Hamzi. 


Adapun jumlah vaksin yang disiapkan saat ini oleh Dikes NTB khusus untuk Sembalun sekitar 1000 dosis. Jadi 1000 dossis dibagikan satu dosis tahap pertma kemudian satu dosisnya lagi untuk tahap kedua, jadi maksimal yang disaiapkan tahap pertama sebanyak 500 dosis. 


"Yang jelas kita dari kesehatan sangat mendukung program ini, sebagai upaya percepatan vaksinasi," kata Hamzi. 


Hal yang sama disampaikan oleh Dispar NTB, melalui H Ahlul Wakti ST MT, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata.


Wakti mengatakan, terkait dengan sektor pariwisata, harus menwujudkan green zone menuju bubble destination. Salah satu kriteria minimal 70 persen pelaku pariwisata maupun masyarakat itu sudah divaksin dan yang kedua adalah, terserfikasinya industri pariwisata. 


"Tersertifikasi yang saya maksud adalah, tersertifikasi  CHSE, bersih, sehat, aman dan lingkungan yang lestari pada industri pariwisata," katanya. 


Menurut Wakti, kawasan Geopark Rinjani dalam hal ini Sembalun dan senaru adalah prioritas. Karena  perjalanan wisatanya cukup padat dan bagus perlu didukung dengan kegiatan vaksinasi maupun sertifikasi CHSE.


Ketika sudah terwujud green zone dan terwujudnya bubble destination maka itu sebagai satu syarat bahwa, zonasi atau destinasi tersebut aman dan nyaman untuk berwisata. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ratusan Pelaku Wisata di Kaki Gunung Rinjani Terima Vaksinasi

Trending Now

Iklan